Taylor Swift Disoraki dan Disambut Gemuruh saat Beri Penghormatan Kejutan untuk Alan Jackson di Konser Perpisahan
Baca dalam 60 detik
- Taylor Swift tampil secara virtual di konser perpisahan Alan Jackson di Nashville, disambut campuran sorakan dan cemoohan dari penonton.
- Penampilan kejutan itu menjadi bagian dari malam penuh nostalgia yang juga menampilkan Carrie Underwood, Miranda Lambert, dan Luke Combs.
- Alan Jackson pensiun setelah berjuang melawan penyakit saraf CMT selama 15 tahun, dan seluruh hasil konser disumbangkan untuk riset penyakit tersebut.

Taylor Swift mendapat sambutan campuran antara sorakan dan cemoohan saat muncul secara mengejutkan dalam layar raksasa di konser perpisahan legenda country Alan Jackson, Sabtu (27/6) malam di Nissan Stadium, Nashville. Momen itu menjadi salah satu puncak acara bertajuk "Last Call: One More for the Road - The Finale" yang menandai akhir dari karier panjang Jackson di atas panggung.
Dalam video yang diunggah ke media sosial, Swift yang kini berusia 36 tahun menyampaikan penghormatan tulus kepada Jackson yang berusia 67 tahun. "Saya hanya ingin berterima kasih atas dekade-dekade penulisan lagu dan pertunjukan luar biasa yang sangat berarti bagi kami, para penggemar," ujar penyanyi pop tersebut. Ia juga menyebut lagu favoritnya dari Jackson adalah "Drive (For Daddy Gene)", yang pernah ia cover pada 2008 untuk acara CMT: Giants.
Swift, yang kabarnya akan menikah dengan bintang NFL Travis Kelce dalam waktu dekat, menambahkan bahwa Jackson telah menjadi contoh penting baginya sebagai seorang artis yang membiarkan penggemar masuk ke dalam detail kehidupannya. "Dalam lagu itu, Anda melukiskan gambaran dan membiarkan kami masuk ke dalam detail kehidupan Anda. Saya tahu itu adalah contoh yang sangat baik bagi saya untuk melihat di usia muda," katanya.
Konser perpisahan Jackson tidak hanya diisi oleh Swift. Sejumlah nama besar lain seperti Carrie Underwood, Miranda Lambert, dan Luke Combs juga memberikan penghormatan. Jackson sendiri mengaku memilih Nashville sebagai lokasi final karena kota itu adalah tempat semua dimulai. "Kami merasa harus mengakhirinya di tempat semuanya dimulai, di NashvilleโMusic Cityโtempat musik country hidup," ujarnya kepada People.
Di balik kemeriahan, keputusan Jackson untuk pensiun tidak lepas dari kondisi kesehatannya. Sejak didiagnosis menderita Charcot-Marie-Tooth disease (CMT) pada 2011, ia berjuang melawan penyakit saraf progresif yang memengaruhi saraf perifer. Dalam wawancara dengan NBC's Today Show pada September 2021, Jackson mengungkapkan bahwa penyakit itu mulai memengaruhi penampilannya di panggung. "Saya tidak ingin mereka mengira saya mabuk di panggung karena saya punya masalah mobilitas dan keseimbangan. Saya menderita neuropati, penyakit saraf yang saya warisi dari ayah saya," katanya.
Jackson menegaskan bahwa CMT tidak akan membunuhnya, tetapi perlahan akan melumpuhkannya. Meski demikian, ia bersyukur penyakit itu tidak memengaruhi suaranya dan ia berharap tetap bisa membuat musik selama mungkin. "Saya sudah menjalani hidup yang indah dan sangat diberkati. Saya tidak bisa membayangkan apa yang dialami orang lain," ujarnya. Ia juga menyumbangkan seluruh pendapatan tiket konser perpisahannya ke CMT Research Foundation untuk mendukung penelitian pengobatan penyakit tersebut.
Bagi penggemar musik country di Indonesia, pensiunnya Alan Jackson menandai berakhirnya era seorang maestro yang lagu-lagunya seperti "Chattahoochee" dan "Remember When" telah menjadi bagian dari kanon genre tersebut. Meski tidak sepopuler di Tanah Air, pengaruh Jackson terhadap musik country global tidak terbantahkan. Konser perpisahan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap panggung, para musisi juga bergulat dengan tantangan kesehatan yang serius.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah akan ada lagi konser amal serupa yang melibatkan nama-nama besar untuk mendukung riset penyakit langka seperti CMT? Ataukah ini akan menjadi model baru bagi para musisi yang ingin mengakhiri karier dengan memberikan dampak sosial yang nyata?



