Pekan Emas Wimbledon 2016: Saat Tenis Inggris Mengukir Sejarah Lima Gelar
Baca dalam 60 detik
- Pada Juli 2016, petenis tuan rumah memborong lima trofi Wimbledon dalam satu akhir pekan, rekor terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
- Kemenangan Andy Murray di tunggal putra, ditambah gelar ganda dan kursi roda, menandai puncak dominasi Inggris di All England Club.
- Dampak dari akhir pekan bersejarah itu masih terasa: peningkatan partisipasi, investasi infrastruktur, dan lahirnya generasi baru petenis Inggris.

Pada pertengahan Juli 2016, ketika Inggris baru saja memutuskan keluar dari Uni Eropa dan Leicester City secara mengejutkan menjadi juara Liga Primer, satu peristiwa olahraga kembali mengukir tinta emas: lima gelar Wimbledon diraih petenis tuan rumah dalam kurun waktu tiga hari. Ini adalah pencapaian terbanyak oleh petenis Inggris dalam satu edisi turnamen tenis paling bergengsi di dunia itu.
Puncak akhir pekan itu terjadi pada Minggu, 10 Juli 2016, ketika Andy Murray mengalahkan Milos Raonic 6-4, 7-6 (7-3), 7-6 (7-2) di final tunggal putra. Kemenangan itu menjadi gelar Wimbledon kedua bagi Murray setelah penantian 77 tahun Inggris berakhir pada 2013. Namun, yang membuat akhir pekan itu istimewa adalah Murray bukan satu-satunya pahlawan. Sehari sebelumnya, Gordon Reid dan Alfie Hewett merebut gelar ganda kursi roda putra, disusul Jordanne Whiley yang bersama Yui Kamiji mempertahankan gelar ganda kursi roda putri. Reid kemudian menambah koleksi dengan gelar tunggal kursi roda putra pada hari yang sama dengan final Murray. Sementara itu, Heather Watson bersama Henri Kontinen memenangi ganda campuran, menutup akhir pekan dengan lima trofi untuk Inggris.
Bagi Murray, kemenangan itu terasa berbeda. Ia mengaku telah menonton ulang poin kejuaraan "beberapa kali" sejak saat itu. Dalam wawancara setelah pertandingan, Murray dengan khas meremehkan pencapaiannya, hanya mengingat pukulan pendekatan forehand yang gagal dikembalikan Raonic. Namun, air mata kebahagiaan yang ia sembunyikan di handuk dan pelukan eratnya pada trofi emas berbicara lebih keras. Pelatihnya, Ivan Lendl, yang biasanya tanpa ekspresi, pun tak kuasa menahan air mata. Murray kemudian mengakui bahwa ia seharusnya lebih menghargai momen itu karena cedera pinggang yang parah pada 2017 mengakhiri masa kejayaannya.
Heather Watson, yang memenangi ganda campuran tanpa pernah berlatih sebelumnya dengan Kontinen, menggambarkan hari itu sebagai "salah satu hari terbaik dalam hidup saya". Ia masih menyimpan trofi di rumah dan memolesnya menjelang Wimbledon setiap tahun. Watson mengaku bangun pagi dengan keyakinan penuh bahwa hari itu adalah harinya, sesuatu yang jarang dirasakan atlet. Pesta kemenangan berlangsung hingga pukul 7 pagi keesokan harinya, dengan Murray menari bersama Serena Williams dan bahkan mabuk di taksi dalam perjalanan pulang.
Dampak jangka panjang dari akhir pekan itu sangat terasa. Murray kemudian memenangi lima gelar tur lainnya pada 2016, termasuk ATP Finals yang mengantarkannya ke peringkat satu dunia. Namun, yang lebih penting, kesuksesan itu menginspirasi generasi baru. Jumlah petenis Inggris di peringkat 200 besar tunggal putra meningkat dari tiga orang pada 2016 menjadi delapan pada 2024. Di nomor ganda, terjadi lonjakan drastis: hanya dua gelar Grand Slam ganda diraih Inggris dalam sepuluh tahun sebelum 2016, tetapi menjadi 20 gelar dalam sepuluh tahun setelahnya. Emma Raducanu memecahkan puasa 44 tahun gelar Grand Slam tunggal putri Inggris pada 2021.
Pengaruh Murray juga meluas ke tenis kursi roda. Final kursi roda yang semula digelar di lapangan kecil dengan 276 kursi kini menjadi pertunjukan utama di Court One dengan ribuan penonton. Di tingkat akar rumput, Lawn Tennis Association (LTA) melaporkan partisipasi tahunan orang dewasa mencapai 5,8 juta dan 4 juta anak bermain tenis setiap tahun โ angka tertinggi sepanjang sejarah. Investasi LTA sebesar ยฃ250 juta dalam dekade terakhir untuk merenovasi lapangan umum, menambah lapangan beratap dan berpenerangan, serta memudahkan pemesanan online turut mendorong pertumbuhan ini.
Meski Murray telah pensiun dua tahun lalu, pengaruhnya tetap terasa. Ia menjadi pelatih Jack Draper di Wimbledon tahun ini dan secara informal membimbing pemain muda seperti Jack Pinnington Jones. "Saya merasa bisa menghubunginya. Saya bermain golf sembilan lubang dengannya pada Desember dan bisa mengobrol serta bertanya," ujar Pinnington Jones. Dengan 21 petenis Inggris di undian utama Wimbledon tahun ini โ termasuk tiga dari kualifikasi untuk pertama kalinya sejak 1999 โ pertanyaan besarnya adalah: mampukah generasi ini mengulangi kejayaan akhir pekan emas 2016?



