Arsari Group Bantah Tuntas Tuduhan Keterkaitan Hashim dengan FolaPlay
Baca dalam 60 detik
- Arsari Group secara resmi membantah kabar yang mengaitkan Hashim Djojohadikusumo dengan kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay).
- Tuduhan penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi Hashim dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dinilai tidak berdasar dan menyesatkan.
- Pernyataan ini menegaskan pentingnya verifikasi fakta di tengah maraknya informasi spekulatif yang beredar di publik.

PT Arsari Group, melalui Vice President Corporate Communications Ariseno Ridhwan, secara resmi membantah keras tuduhan yang mengaitkan Hashim S. Djojohadikusumo dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay). Dalam pernyataan tertulis yang dirilis Senin (29/6/2026), pihak Arsari Group menegaskan bahwa Hashim maupun kelompok usahanya tidak memiliki kepemilikan saham, keterlibatan manajerial, maupun posisi sebagai penerima manfaat dari perusahaan teknologi tersebut.
Bantahan ini muncul merespons isu yang menyebutkan adanya alokasi anggaran negara untuk penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 yang diduga menguntungkan Hashim secara pribadi. Ariseno menyebut tuduhan itu sebagai informasi yang tidak akurat, spekulatif, dan tidak didukung fakta yang dapat diverifikasi. "Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi," tegasnya.
Lebih lanjut, Arsari Group menekankan bahwa Hashim sama sekali tidak terlibat sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, pengurus, maupun penasihat di FolaPlay. Dengan demikian, klaim bahwa anggaran negara digunakan untuk memperkaya Hashim dinilai sebagai fitnah yang berpotensi menyesatkan masyarakat. Isu ini mencuat di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan dana penyelenggaraan Piala Dunia 2026, yang melibatkan berbagai pihak termasuk perusahaan swasta.
Dalam pernyataannya, Arsari Group juga menyoroti tren meningkatnya informasi tidak akurat yang ditujukan kepada Hashim dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Ariseno, penyebaran tuduhan tanpa bukti yang memadai tidak hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga mengancam kualitas diskursus publik. "Kami juga mencermati bahwa dalam beberapa waktu terakhir berbagai informasi yang tidak akurat, spekulatif, dan bersifat fitnah kerap diarahkan kepada Bapak Hashim S. Djojohadikusumo," ujarnya.
Bagi publik Indonesia, isu ini memiliki implikasi penting terkait transparansi penggunaan anggaran negara, khususnya dalam proyek berskala besar seperti Piala Dunia 2026. Meskipun Indonesia tidak menjadi tuan rumah, keterlibatan perusahaan lokal dalam rantai pasok acara global kerap memicu pertanyaan tentang akuntabilitas. Arsari Group menekankan bahwa kebebasan pers harus diimbangi dengan tanggung jawab verifikasi, dan mengajak semua pihak untuk mengedepankan fakta serta itikad baik.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah klarifikasi ini akan meredakan spekulasi publik atau justru memicu investigasi lebih lanjut oleh otoritas terkait. Arsari Group berharap diskursus publik dapat dibangun di atas data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan asumsi atau penggiringan opini yang menyesatkan.



