Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Pilot AS Korban KKB di Yahukimo
Baca dalam 60 detik
- Tim evakuasi gagal mencapai lokasi karena cuaca ekstrem, penerbangan dari Timika dibatalkan setelah 15 menit mengudara.
- Pilot Nicholas F Goselin tewas dan pesawat AMA dibakar oleh KKB dalam insiden di Balinggama, Papua Pegunungan.
- Evakuasi dijadwalkan ulang pada Jumat pagi, sementara tujuh penumpang selamat namun belum ada laporan lebih lanjut.

Cuaca buruk memaksa tim evakuasi menunda pengambilan jenazah pilot pesawat AMA, Nicholas F Goselin, warga negara Amerika Serikat, yang tewas dalam serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7). Pesawat nahas bernomor registrasi PK-RCY itu tidak hanya kehilangan nyawa pilotnya, tetapi juga dibakar oleh kelompok bersenjata tersebut.
Kepala Penerangan Komando Operasi TNI Habema, Letkol Inf Wirya Artadiguna, mengungkapkan bahwa tim evakuasi yang berangkat dari Timika hanya mampu mengudara sekitar 15 menit sebelum akhirnya memutuskan kembali. "Cuaca tidak mendukung, penerbangan terpaksa dibatalkan. Rencananya Jumat pagi (3/7) tim akan kembali diterbangkan ke Balinggama untuk mengevakuasi korban," ujarnya, Kamis petang.
Insiden ini menambah daftar panjang gangguan keamanan di wilayah Papua yang kerap menghambat akses transportasi udara. Pesawat AMA yang dipiloti Goselin diketahui membawa tujuh penumpang dalam penerbangan dari Wamena menuju Balinggama. Identitas para penumpang telah terkonfirmasi, antara lain Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso. Namun, belum ada pernyataan resmi mengenai kondisi mereka pasca-insiden.
Keterbatasan infrastruktur dan cuaca ekstrem di Papua Pegunungan memang kerap menjadi kendala utama operasi pencarian dan evakuasi. Wilayah Balinggama yang berada di ketinggian seringkali diselimuti kabut tebal dan hujan deras, terutama pada siang hari. Kondisi ini membuat penerbangan perintis seperti yang dioperasikan AMA sangat bergantung pada jendela cuaca yang sempit.
Dari sisi keamanan, aksi KKB yang membakar pesawat menunjukkan eskalasi ancaman terhadap penerbangan sipil di Papua. Sebelumnya, kelompok yang sama juga kerap menargetkan infrastruktur dan personel keamanan. Pengamat keamanan menilai insiden ini dapat memicu evaluasi ulang prosedur penerbangan di wilayah rawan, termasuk penambahan pengawalan atau perubahan rute.
Bagi Indonesia, insiden ini tidak hanya menyangkut nyawa warga asing, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kepercayaan investor dan organisasi kemanusiaan yang bergantung pada transportasi udara di Papua. Pemerintah daerah dan TNI-Polri diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi dan memberikan jaminan keamanan bagi penerbangan selanjutnya. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah langkah-langkah pengamanan baru segera diterapkan untuk mencegah tragedi serupa?



