Laba Prosus Melonjak 84%: Ekspansi ke Eropa dan Strategi AI Hemat Biaya
Baca dalam 60 detik
- Prosus mencatat kenaikan laba inti 84% menjadi $1,3 miliar, didorong akuisisi agresif senilai $8,5 miliar.
- Perusahaan akan menggunakan Just Eat Takeaway.com sebagai fondasi bisnis Eropa yang menggabungkan pengiriman makanan, ritel, dan fintech.
- Prosus beralih ke model AI open-source untuk menekan biaya, berbeda dengan tren penggunaan layanan Amerika yang mahal.

Operator layanan digital asal Belanda, Prosus, melaporkan lonjakan laba inti tahunan sebesar 84% pada Senin (29/6) โ sebuah sinyal bahwa strategi akuisisi agresif yang ditempuhnya mulai membuahkan hasil. Perusahaan yang dikenal sebagai pemilik saham mayoritas di berbagai platform teknologi global ini kini bersiap mereplikasi kesuksesan model bisnis Amerika Latinnya ke pasar Eropa.
Sepanjang tahun lalu, Prosus menggelontorkan dana sekitar $8,5 miliar untuk berbagai akuisisi. Salah satu yang terbesar adalah pembelian Just Eat Takeaway.com senilai โฌ4,1 miliar ($4,7 miliar). Platform pengiriman makanan itu akan dijadikan fondasi bagi lini bisnis Eropa yang mengintegrasikan layanan pesan-antar makanan, belanja kebutuhan pokok, dan fintech โ persis seperti yang telah berhasil dijalankan di Amerika Latin.
Kinerja keuangan yang solid turut mendukung ambisi ekspansi tersebut. Prosus membukukan pendapatan $9,7 miliar, naik 57% dibandingkan periode sebelumnya. Arus kas bebas mencapai rekor $1,5 miliar, meningkat dari $1 miliar pada tahun sebelumnya. Tak hanya itu, perusahaan menaikkan dividen tahunan sebesar 40% menjadi โฌ0,28 per saham.
Salah satu sorotan dalam laporan ini adalah langkah Prosus dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI) dengan pendekatan yang berbeda. Daripada mengandalkan model AI jarak jauh buatan Amerika yang mahal, Prosus memilih mengembangkan asisten belanja berbasis AI yang dilatih dengan data transaksi dari platform-platformnya. Model ini menggunakan teknologi open-source yang dinilai lebih murah namun memberikan hasil setara. "Kami beralih ke opsi open-source karena lebih hemat biaya dan tetap kompetitif," ujar Chief Financial Officer Nico Marais kepada Reuters.
Setelah periode akuisisi yang masif, fokus Prosus ke depan akan bergeser ke integrasi dan peningkatan profitabilitas layanan yang sudah ada. Meski demikian, Marais menegaskan bahwa akuisisi kecil (bolt-on) masih akan berlanjut meski dengan tempo yang lebih lambat. Di Eropa, Prosus telah menempatkan manajemen baru di Just Eat Takeaway.com dengan tugas membalikkan penurunan volume sebesar 7% โ melalui efisiensi pemasaran dan operasional.
Bagi pelaku industri teknologi dan investasi di Indonesia, langkah Prosus menjadi contoh bagaimana perusahaan global mengelola ekspansi lintas kawasan dengan disiplin keuangan yang ketat. Strategi mengadopsi AI open-source juga relevan di tengah kekhawatiran biaya implementasi teknologi yang kerap membebani perusahaan rintisan. Jika berhasil, model bisnis terintegrasi ala Prosus bisa menjadi cetak biru bagi platform digital di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang tengah berlomba membangun ekosistem super-app.
Pertanyaan selanjutnya adalah: mampukah Prosus mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global? Ataukah strategi ekspansi agresif ini justru akan menjadi bumerang jika integrasi bisnis tidak berjalan mulus?



