Kapten Milan Maignan Gelisah, Al-Nassr Coba Manfaatkan Situasi
Baca dalam 60 detik
- Penjaga gawang AC Milan, Mike Maignan, menunda kembali ke latihan dan dikabarkan menjadi target Al-Nassr.
- Kehilangan tiga sosok kunci di belakang layar membuat Maignan frustrasi dengan arah klub.
- Ketertarikan Al-Nassr bisa memicu perombakan besar di lini pertahanan Milan jika tawaran menggiurkan datang.

Kapten AC Milan, Mike Maignan, dikabarkan menunda kembalinya dari liburan untuk memulai latihan pramusim, sementara klub Arab Saudi, Al-Nassr, dikabarkan kembali menunjukkan minat untuk memboyongnya. Situasi ini memunculkan spekulasi tentang masa depan kiper asal Prancis tersebut di San Siro.
Maignan, yang telah menjadi pilar utama di bawah mistar gawang sejak 2021, sebelumnya hampir hengkang musim panas lalu ketika menerima tawaran besar dari Chelsea. Namun, manajemen Milan saat itu menolak melepasnya. Ia kemudian diyakinkan untuk bertahan oleh pelatih Max Allegri, direktur Igli Tare, dan pelatih kiper Claudio Filippi. Sayangnya, ketiga figur kunci tersebut dipecat pada Mei lalu setelah Milan gagal lolos ke Liga Champions.
Keputusan manajemen untuk memberhentikan Allegri dan dua stafnya itu tampaknya meninggalkan luka mendalam bagi Maignan. Penjaga gawang berusia 29 tahun ini merasa kecewa dengan arah klub yang menurutnya tidak lagi sejalan dengan ambisinya. Kontraknya yang masih terikat hingga Juni 2031 tidak serta-merta meredam ketidakpuasannya.
Menariknya, penundaan kembalinya Maignan dari liburan pasca-Piala Dunia, dari rencana awal 12 Agustus menjadi 16 Agustus, juga diikuti oleh gelandang Adrien Rabiot. Keduanya dikenal dekat dengan Allegri dan tidak menyetujui cara pemecatan yang dilakukan manajemen. Hal ini semakin memperkuat sinyal bahwa ada ketidaknyamanan di dalam skuad.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, Al-Nassr telah melakukan pendekatan kepada Maignan. Ketertarikan klub Saudi tersebut bukanlah hal baru, namun kali ini situasi di Milan yang sedang tidak stabil bisa menjadi peluang emas bagi mereka. Dengan sumber daya finansial yang melimpah, Al-Nassr mampu menawarkan gaji yang jauh lebih tinggi dari yang diterima Maignan di Italia.
Bagi AC Milan, kehilangan Maignan akan menjadi pukulan telak. Sejak menggantikan Gianluigi Donnarumma, ia telah menjadi salah satu kiper terbaik di Serie A dan memegang ban kapten. Kepergiannya tidak hanya akan melemahkan pertahanan, tetapi juga moral tim. Namun, jika Maignan benar-benar ingin pergi, Milan mungkin harus mempertimbangkan tawaran yang masuk untuk menghindari kehilangan pemain secara gratis di masa depan.
Di sisi lain, fenomena pemain top Eropa pindah ke Liga Arab Saudi semakin marak. Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan N'Golo Kante adalah beberapa nama besar yang telah lebih dulu merumput di sana. Bagi pemain seperti Maignan, tawaran finansial yang sangat besar mungkin sulit ditolak, terutama jika ia merasa tidak bahagia dengan kondisi klubnya saat ini.
Dari perspektif Indonesia, kabar ini menarik karena banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Liga Arab Saudi, terutama setelah kehadiran Ronaldo. Jika Maignan benar-benar pindah, laga Al-Nassr akan semakin menarik untuk disaksikan, dan ini bisa meningkatkan popularitas liga tersebut di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan Maignan dan manajemen Milan. Apakah ia akan bertahan dan berjuang mengembalikan kejayaan Milan, atau memilih tantangan baru di Timur Tengah? Pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan, seiring berjalannya bursa transfer musim panas.



