Tottenham Berburu Tonali: Langkah Besar Akhiri Rentetan Transfer Gagal
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dikabarkan sepakat secara personal dengan gelandang Newcastle Sandro Tonali dalam kesepakatan enam tahun senilai £100 juta.
- Kedatangan Tonali dinilai sebagai respons atas buruknya rekrutan Spurs dalam satu dekade terakhir, dengan hanya dua dari lima pembelian termahal yang berhasil.
- Jika terealisasi, transfer ini berpotensi menjadi yang terbaik sejak kedatangan Heung-min Son pada 2015 dan mengubah arah klub di bawah Roberto De Zerbi.

Tottenham Hotspur dikabarkan semakin dekat dengan salah satu pembelian paling ambisius dalam sejarah klub: gelandang Newcastle United, Sandro Tonali. Laporan dari Italia menyebutkan bahwa kesepakatan pribadi telah tercapai untuk kontrak enam tahun dengan nilai sekitar £200 ribu per pekan, dan negosiasi antar klub terus berlanjut menuju angka transfer yang bisa menembus £100 juta.
Langkah ini menjadi sinyal perubahan haluan di Tottenham setelah bertahun-tahun dihantui oleh rekrutan mahal yang gagal. Sejak era Gareth Bale pada 2013, klub London Utara itu hanya mencatat dua dari lima pembelian termahalnya yang benar-benar sukses: Micky van de Ven dan Cristian Romero. Nama-nama seperti Tanguy Ndombele dan Richarlison menjadi pengingat betapa seringnya Spurs membuang uang tanpa hasil sepadan. Musim lalu, mereka nyaris terdegradasi ke Championship—sebuah peringatan keras bagi manajemen.
Kini, di bawah arahan pelatih anyar Roberto De Zerbi, pendekatan transfer Spurs mulai berubah. Empat pemain berlabel Premier League telah direkrut: Jan Paul van Hecke, Marcos Senesi, Andy Robertson, dan Martin Dubravka. Strategi memburu pemain yang sudah terbukti di Inggris dianggap mampu memangkas masa adaptasi. Tonali dan Mateus Fernandes menjadi target berikutnya—dua gelandang yang diharapkan menjadi fondasi lini tengah baru.
Menurut agen Tonali, Beppe Riso, kliennya adalah "salah satu gelandang terbaik di dunia." Meski sempat terkena larangan bermain akibat kasus taruhan, pemain asal Italia itu bangkit dengan performa konsisten bersama Newcastle. Gaya bermainnya yang lengkap—mampu mengatur tempo dari lini tengah, memutus serangan lawan, dan berkontribusi di kotak penalti—membuatnya dianggap sebagai tipe pemain yang bisa mengubah wajah Tottenham. Beberapa pengamat bahkan menyamakan potensi dampaknya dengan transfer Declan Rice ke Arsenal.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Liga Inggris memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air, dan keberhasilan Spurs merekrut pemain sekelas Tonali bisa meningkatkan daya saing mereka di papan atas. Namun, sejarah menunjukkan bahwa klub London Utara sering gagal mengonversi potensi menjadi trofi. Pertanyaan besarnya: apakah kali ini berbeda?
Jika kesepakatan rampung dalam pekan ini seperti yang diisyaratkan laporan, Tottenham tidak hanya akan mendapatkan gelandang kelas dunia, tetapi juga mengirim pesan bahwa mereka serius bangkit. Namun, tekanan akan langsung membebani pundak Tonali—ia diharapkan menjadi fondasi yang selama ini hilang, bukan sekadar nama besar di atas kertas.



