Harga Gila Rogers Bikin Arsenal Alihkan Incaran ke Bintang PSG
Baca dalam 60 detik
- Arsenal terpaksa mencari alternatif setelah Aston Villa membanderol Morgan Rogers dengan harga selangit menyusul rekor transfer Elliot Anderson.
- Bradley Barcola dari PSG muncul sebagai opsi utama dengan banderol mencapai ยฃ116 juta, namun negosiasi dengan klub Prancis dinilai lebih realistis.
- Performa Barcola musim lalu jauh di atas Gabriel Martinelli, menjadikannya kandidat ideal untuk memperkuat sisi sayap Arsenal.

Arsenal harus memutar otak di bursa transfer musim panas ini setelah rencana awal mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa terganjal banderol selangit. Klub asal London Utara itu kini melirik bintang Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, sebagai solusi untuk memperkuat lini sayap yang dinilai kurang tajam musim lalu.
Masalah dimulai ketika Manchester City menggebrak pasar dengan merekrut Elliot Anderson seharga ยฃ116 juta. Angka itu langsung menjadi patokan baru bagi klub-klub Premier League untuk menaikkan harga pemain mereka. Aston Villa, yang sejatinya enggan melepas Rogers, kini memasang label ยฃ130 jutaโangka yang dinilai tidak realistis oleh kubu Arsenal. Direktur olahraga anyar Arsenal, Andrea Berta, pun harus mencari jalan keluar.
Di tengah kebuntuan, nama Barcola mencuat. Winger Prancis berusia 23 tahun itu belum juga memperpanjang kontraknya di Paris yang tersisa dua tahun. Situasi ini menjadi celah yang coba dimanfaatkan Arsenal. Menurut laporan TEAMtalk, Liverpool juga sudah membuka pembicaraan, namun Arsenal ikut dalam persaingan untuk mendapatkan pemain yang pernah menjuarai Liga Champions tersebut.
Analis sepak bola Ben Mattinson dari Como bahkan menyebut Barcola sebagai "salah satu winger terbaik di dunia". Musim lalu, ia mencetak 13 gol dan 7 assist di liga, meski menit bermainnya berkurang dibanding musim 2024/25 yang spektakuler (21 gol dan 21 assist). Angka-angka itu kontras dengan Gabriel Martinelli, yang hanya mencetak satu gol di Premier League musim lalu meski Arsenal akhirnya juara setelah 22 tahun.
Perbandingan statistik menunjukkan Barcola unggul dalam progressive pass dan carry, serta expected assist dari open play. Ia juga memiliki pengalaman juara yang melimpah. Meski harganya bisa setara dengan Rogers, bernegosiasi dengan PSG dinilai lebih mudah ketimbang berhadapan dengan rival Premier League yang enggan berjualan.
Bagi penggemar Arsenal di Indonesia, perburuan ini menarik karena menunjukkan ambisi klub untuk tidak hanya puas dengan gelar musim lalu. Jika Barcola jadi direkrut, ia bisa menjadi jawaban atas tumpulnya lini sayap yang kerap dikeluhkan. Namun, persaingan dengan Liverpool dan potensi perang harga membuat saga ini masih panjang.
Ke depan, keputusan Berta akan menentukan apakah Arsenal mampu mempertahankan dominasi di Premier League atau justru tertinggal dari rival yang lebih agresif di bursa. Satu pertanyaan mengemuka: mampukah Arsenal mengamankan tanda tangan Barcola di tengah gempuran klub-klub Eropa lainnya?



