Simulator LRT di Jakarta Fair 2026: Pengunjung Antusias Rasakan Jadi Masinis
Baca dalam 60 detik
- Jakarta Fair 2026 menghadirkan simulator LRT yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman menjadi masinis secara langsung.
- Antusiasme tinggi terlihat dari antrean panjang di booth simulator, menunjukkan minat publik terhadap transportasi kereta modern.
- Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan literasi dan apresiasi masyarakat terhadap sistem LRT di Jakarta.

Jakarta Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, menjadi saksi antusiasme pengunjung yang rela mengantre untuk mencoba simulator LRT dan merasakan sensasi menjadi masinis. Lebih dari sekadar wahana hiburan, simulator ini menjadi jembatan edukasi antara masyarakat dan sistem transportasi kereta ringan yang terus dikembangkan di ibu kota.
Booth simulator LRT yang disediakan oleh operator LRT Jakarta menarik perhatian khusus, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja. Dengan perangkat yang menyerupai kabin masinis asli, pengunjung dapat mengoperasikan tuas, memantau layar kontrol, dan melihat simulasi jalur LRT Jakarta. Pengalaman imersif ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang tugas dan tanggung jawab seorang masinis.
Menurut pantauan di lokasi, antrean untuk mencoba simulator ini mencapai puluhan orang setiap jamnya. Seorang pengunjung, Andi (32), mengaku penasaran setelah melihat anaknya begitu antusias. "Saya pikir ini cara yang bagus untuk mengenalkan transportasi umum kepada anak-anak. Mereka jadi lebih tertarik dan paham bagaimana kereta bekerja," ujarnya.
Kehadiran simulator ini juga menjadi bagian dari strategi operator LRT untuk meningkatkan literasi publik. Sejak beroperasi penuh pada 2023, LRT Jakarta terus berupaya menarik minat pengguna baru. Data Dinas Perhubungan DKI Jakarta mencatat rata-rata penumpang harian LRT Jakarta pada tahun 2025 mencapai 45.000 orang, naik 20% dibanding tahun sebelumnya. Dengan adanya wahana interaktif seperti ini, diharapkan angka tersebut dapat terus meningkat.
Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Bambang Susantono, menilai bahwa pendekatan edukatif melalui hiburan seperti ini efektif untuk membangun kebiasaan menggunakan transportasi massal. "Masyarakat perlu merasakan langsung bahwa transportasi umum itu modern, nyaman, dan menyenangkan. Simulator ini adalah langkah kecil tapi signifikan," jelasnya.
Ke depan, operator LRT Jakarta berencana untuk menghadirkan simulator serupa di pusat perbelanjaan dan sekolah-sekolah. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi, terutama kepada generasi muda yang akan menjadi pengguna utama transportasi publik di masa mendatang. Pertanyaannya, akankah inisiatif ini cukup untuk mengubah kebiasaan transportasi warga Jakarta yang masih didominasi kendaraan pribadi?



