Jokowi Turun Gunung untuk PSI: Target Bukan Sekadar Lolos Senayan
Baca dalam 60 detik
- Jokowi kembali ke panggung politik praktis dengan blusukan ke Lampung demi mengerek elektabilitas PSI, partai yang dipimpin putra bungsunya.
- Dalam pidato di hadapan kader, Jokowi menegaskan target PSI pada Pemilu 2029 melampaui sekadar perolehan kursi DPR, namun enggan merinci angka yang dimaksud.
- Strategi pendekatan akar rumput—dari takziah hingga tahlilan—ditekankan sebagai kunci membangun mesin politik yang solid di daerah.

Dua tahun setelah lengser dari kursi kepresidenan, Joko Widodo kembali terjun langsung ke gelanggang politik praktis. Kali ini, mantan Presiden ketujuh RI itu memilih Lampung sebagai panggung pertama blusukannya demi mengerek pamor Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai yang kini dinakhodai putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PSI Kota Bandar Lampung, Sabtu (27/6), Jokowi memberikan sinyal bahwa ambisi partai berlambang pita merah itu tidak sekadar menembus ambang batas parlemen. "Bukan target masuk Senayan, masuk Senayan itu insyaallah masuk. Tapi angka yang kita targetkan itu angka yang tidak kecil," ujarnya, enggan membeberkan secara gamblang karena dianggap sebagai strategi internal.
Pernyataan itu langsung memicu spekulasi di kalangan pengamat. Apakah Jokowi membidik posisi pimpinan DPR, atau bahkan menargetkan kemenangan di sejumlah daerah pemilihan strategis? Yang jelas, kehadiran figur sekelas Jokowi—yang juga ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka—memberi bobot tersendiri bagi PSI yang selama ini berjuang untuk lepas dari status partai gurem.
Di luar target elektoral, Jokowi juga mengingatkan kader PSI untuk tidak menjadi partai "elite" yang hanya muncul saat pemilu. Ia meminta pengurus hadir di setiap denyut nadi masyarakat—mulai dari melayat warga yang meninggal, menghadiri pernikahan, hingga mengikuti tahlilan dan yasinan. "Setiap hari harus selalu dekat kepada rakyat," tegasnya, menggemakan gaya blusukan yang dulu menjadi ciri khasnya sebagai presiden.
Pendekatan ini, menurut analis politik dari Universitas Indonesia, mencerminkan upaya Jokowi mentransfer resep sukses elektoralnya ke partai anaknya. "Jokowi sadar bahwa PSI butuh legitimasi akar rumput, bukan sekadar popularitas media sosial. Dengan turun langsung, ia ingin membangun persepsi bahwa PSI adalah partai yang dekat dengan wong cilik," ujar pengamat tersebut.
Kunjungan Jokowi ke Lampung berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (26-28/6), mencakup daerah Mesuji, Tulangbawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, dan Lampung Timur. Dalam setiap kesempatan, ia menekankan pentingnya struktur partai yang "hidup dan bekerja"—sebuah kode agar kader tidak hanya menjadi pajangan di spanduk.
Pertanyaan besarnya, akankah strategi "Jokowi effect" ini cukup untuk mendongkrak PSI dari posisi saat ini? Atau justru sebaliknya, keterlibatan langsung mantan presiden bisa menjadi bumerang jika publik menilai PSI terlalu bergantung pada figur sentral? Hanya hitung suara 2029 yang akan menjawab.



