Patah Tulang Selangka, Yeremy Pino Terancam Absen di Sisa Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Yeremy Pino mengalami cedera bahu parah saat laga melawan Uruguay dan harus menjalani tes medis lanjutan.
- Pelatih Luis de la Fuente mengonfirmasi dugaan patah tulang selangka yang bisa membuat pemain Crystal Palace itu absen hingga turnamen usai.
- Absennya Pino menjadi pukulan bagi Spanyol yang akan menghadapi babak gugur, sekaligus mengingatkan pentingnya kedalaman skuad.

Yeremy Pino, winger andalan tim nasional Spanyol, terancam tidak bisa melanjutkan perjuangannya di Piala Dunia 2026 setelah mengalami cedera serius pada bahu kiri saat pertandingan melawan Uruguay, Sabtu (21/6) waktu setempat. Pemain Crystal Palace itu didiagnosis mengalami patah tulang selangka dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tingkat keparahannya.
Cedera tersebut terjadi pada menit-menit akhir laga yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Spanyol. Pino jatuh dengan posisi tidak wajar setelah berduel dengan pemain lawan, dan meskipun kesakitan, ia tetap bertahan di lapangan karena timnya sudah kehabisan jatah pergantian pemain. Pelatih Luis de la Fuente mengakui bahwa situasi itu memaksanya untuk mengambil risiko.
“Kelihatannya Yeremy mengalami patah tulang selangka. Besok akan dilakukan tes untuk melihat sejauh mana cederanya. Pemain ini sangat menderita, dan usaha yang dia lakukan sungguh luar biasa—mungkin dengan tulang selangka patah dia tetap bertahan hingga akhir pertandingan. Itu heroik, dan saya sangat berterima kasih, begitu juga seluruh rekan setimnya,” ujar De la Fuente dalam konferensi pers usai laga.
Jika hasil tes memastikan patah tulang, Pino hampir pasti absen di sisa turnamen. Ini menjadi kerugian besar bagi La Roja yang akan memulai babak gugur pada Kamis pekan depan di Los Angeles. Spanyol dijadwalkan menghadapi pemenang antara Austria dan Aljazair, dua tim yang memiliki pertahanan solid dan bisa memanfaatkan kelemahan sayap Spanyol.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini mengingatkan pada pentingnya manajemen cedera dalam turnamen padat jadwal. Timnas Indonesia sendiri kerap menghadapi masalah serupa saat berlaga di turnamen internasional, di mana kedalaman skuad menjadi faktor krusial. Cedera pemain kunci seperti Pino bisa mengubah peta kekuatan tim, dan Spanyol harus segera mencari solusi taktis untuk mengisi posisi yang ditinggalkan.
Kehilangan Pino juga menjadi ujian bagi De la Fuente dalam meracik strategi tanpa pemain yang sudah terbukti tajam di sisi sayap. Dengan lini serang yang masih memiliki nama-nama seperti Álvaro Morata dan Dani Olmo, Spanyol masih punya amunisi, tetapi fleksibilitas taktik akan berkurang. Pertanyaan besarnya: mampukah Spanyol mempertahankan performa impresif mereka tanpa salah satu pemain kunci di fase gugur?



