Kiai Anwar Zahid Selamat dari Kecelakaan Beruntun di Bojonegoro: Kronologi dan Kondisi Terkini
Baca dalam 60 detik
- Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan di Padangan, Bojonegoro, saat rombongan dai kondang menuju pengajian di Banjarnegara.
- Diduga pengemudi truk mengantuk, Alphard yang ditumpangi Kiai Anwar Zahid ringsek namun tidak ada korban jiwa.
- Setelah diperiksa di RSUD Padangan, Kiai Anwar Zahid melanjutkan perjalanan dan tampil dalam pengajian keesokan harinya.

Pendakwah kondang Kiai Anwar Zahid mengalami kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Senin (10/8/2026) malam. Insiden yang melibatkan tiga kendaraan ini terjadi saat ia dalam perjalanan menuju Banjarnegara untuk mengisi pengajian. Meski mobil yang ditumpanginya ringsek, Kiai Anwar Zahid dan sopirnya selamat tanpa luka serius.
Kecelakaan terjadi di wilayah Tinggang, Kecamatan Padangan, sekitar pukul 22.40 WIB. Saat itu, mobil Alphard yang ditumpangi Kiai Anwar Zahid sedang berhenti karena ada proyek perbaikan jalan yang memberlakukan rekayasa buka-tutup. Dari arah belakang, sebuah truk trailer bernomor polisi S 9491 UH melaju tanpa mengurangi kecepatan, kemudian menabrak Alphard hingga terdorong ke depan dan menabrak kendaraan lain di depannya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, menjelaskan bahwa kecelakaan tersebut melibatkan satu Alphard dan dua truk. โKejadian sudah ditangani dan kecelakaan melibatkan tiga kendaraan beruntun,โ ujarnya. Polisi menduga pengemudi truk mengantuk sehingga kehilangan kendali. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kiai Anwar Zahid, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sabilunnajah, bersama sopirnya sempat dilarikan ke RSUD Padangan Bojonegoro untuk pemeriksaan medis. Setelah dinyatakan sehat dan tidak memerlukan perawatan lanjutan, ia memutuskan melanjutkan perjalanan ke Banjarnegara malam itu juga. Keputusan ini menunjukkan dedikasinya terhadap jadwal dakwah yang telah diagendakan.
Keesokan harinya, Selasa (11/8/2026), Kiai Anwar Zahid terlihat menghadiri pengajian di Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara. Dalam unggahan Instagram resminya, @abahanza_official, ia tampak sehat meski berjalan sedikit terpincang. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora dan Polres Blora yang membantu transportasi pasca-insiden.
Insiden ini menyoroti risiko kecelakaan di ruas jalan yang sedang diperbaiki, terutama saat malam hari. Rekayasa lalu lintas seperti buka-tutup seringkali menjadi titik rawan karena pengemudi yang mengantuk atau kurang waspada. Kecelakaan beruntun seperti ini juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi kendaraan besar yang memiliki blind spot luas.
Bagi masyarakat Indonesia, kejadian ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah dan kepolisian diharapkan meningkatkan pengawasan di lokasi proyek perbaikan jalan, termasuk pemasangan rambu yang jelas dan penerangan yang memadai. Selain itu, pengemudi truk perlu memastikan kondisi fisik prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah pihak terkait akan mengevaluasi prosedur keselamatan di proyek perbaikan jalan, terutama di jalur-jalur yang sering dilalui kendaraan berat. Akankah ada sanksi lebih tegas bagi pengemudi yang lalai? Publik menantikan langkah konkret untuk mencegah terulangnya insiden serupa.



