Gempa Kolombia Tewaskan 164 Orang, Dua Laga Kontinental Ditunda
Baca dalam 60 detik
- CONMEBOL menunda dua laga antarklub Amerika Selatan setelah gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia, menewaskan sedikitnya 164 orang.
- Laga Copa Libertadores dan Copa Sudamericana yang melibatkan klub Kolombia ditunda demi keamanan dan penghormatan terhadap korban.
- DIMAYOR juga menghentikan seluruh kompetisi domestik pekan ini, menyusul bencana yang melanda kawasan penghasil kopi Kolombia.

Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8) memaksa otoritas sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, menunda dua pertandingan antarklub bergengsi. Keputusan ini diambil setelah gempa tersebut merenggut nyawa sedikitnya 164 orang dan meluluhlantakkan kawasan penghasil kopi di negara tersebut.
Dua laga yang ditunda adalah duel Copa Libertadores antara Deportes Tolima melawan Independiente del Valle dari Ekuador yang seharusnya digelar Selasa (11/8), serta partai Copa Sudamericana mempertemukan Independiente Santa Fe dengan River Plate asal Argentina pada Rabu (12/8). CONMEBOL menyatakan jadwal dan venue pengganti akan diumumkan kemudian.
Dalam pernyataan resminya, CONMEBOL menyampaikan duka mendalam dan solidaritas kepada seluruh rakyat Kolombia, khususnya keluarga besar sepak bola di negara itu. "Pada masa sulit ini, CONMEBOL menyampaikan kasih sayang dan dukungan kepada seluruh Kolombia, terutama kepada keluarga besar sepak bola Kolombia," demikian bunyi pernyataan tersebut. Mereka menegaskan penundaan dilakukan demi keselamatan semua pihak dan sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban.
Langkah serupa diambil oleh Federasi Sepak Bola Kolombia (DIMAYOR) yang mengumumkan penghentian seluruh pertandingan domestik pada pekan ini. Keputusan ini diambil setelah gempa yang berpusat di kawasan pegunungan Andes itu menghancurkan sejumlah bangunan, termasuk infrastruktur olahraga, dan memicu kekhawatiran akan keselamatan para pemain, ofisial, dan suporter.
Gempa yang terjadi pada Senin pagi waktu setempat itu juga memicu tanah longsor dan merusak jalan-jalan utama, sehingga menyulitkan upaya evakuasi dan bantuan. Pemerintah Kolombia telah menetapkan status darurat di sejumlah wilayah terdampak, sementara tim penyelamat masih berupaya mencari korban yang mungkin tertimbun reruntuhan.
Bencana ini menjadi pukulan ganda bagi sepak bola Kolombia yang tengah bersiap menghadapi putaran final Piala Dunia U-20 yang akan digelar di negara tersebut pada 2027. Meski belum ada pernyataan resmi mengenai dampak terhadap turnamen tersebut, para pengamat menilai pemerintah dan federasi sepak bola setempat akan fokus pada upaya pemulihan pascabencana.
Di Indonesia, tragedi ini mengingatkan kembali pada rentannya kawasan rawan gempa di Asia Tenggara, termasuk Nusantara yang berada di Cincin Api Pasifik. Pengalaman Indonesia dalam menghadapi gempa besar, seperti di Lombok dan Palu, menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan infrastruktur olahraga dan protokol evakuasi yang matang. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dan konfederasi regional kerap menetapkan aturan ketat terkait keamanan venue, namun bencana alam selalu menjadi ujian tersendiri.
Keputusan CONMEBOL untuk menunda laga kontinental menegaskan bahwa keselamatan manusia harus diutamakan di atas kepentingan kompetisi. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana jadwal yang padat akan diatur ulang, mengingat kalender sepak bola Amerika Selatan yang sudah sempit. Apakah laga-laga tersebut akan dimainkan di tempat netral atau tetap di Kolombia setelah situasi kondusif? Keputusan ini akan dinantikan oleh klub-klub yang terdampak dan para penggemar di seluruh dunia.



