Pertarungan Machap: Onn Hafiz vs Nor Hafiz dalam Duel Sengit Pilkada Johor
Baca dalam 60 detik
- Dua kandidat dari Barisan Nasional dan Pakatan Harapan akan bertarung satu lawan satu di kursi DUN Machap pada pemilihan negara bagian Johor.
- Onn Hafiz Ghazi, petahana dari Barisan, sebelumnya menang dalam pertarungan empat penjuru pada 2022, kini menghadapi tantangan langsung dari Nor Hafiz Roslan.
- Pemungutan suara dijadwalkan 11 Juli, dengan pemungutan suara awal pada 7 Juli, setelah pembubaran DPRD Johor pada 1 Juni.

Kursi Dewan Undangan Negeri (DUN) Machap, Johor, dipastikan akan menjadi ajang duel sengit antara dua kekuatan politik utama Malaysia: Barisan Nasional (BN) dan Pakatan Harapan (PH). Pada Sabtu (27/6), Komisi Pemilihan Umum (EC) Malaysia secara resmi mengumumkan bahwa hanya dua kandidat yang akan bertarung memperebutkan kursi tersebut, yakni petahana Datuk Onn Hafiz Ghazi dari BN dan Nor Hafiz Roslan dari PH.
Proses penyerahan dokumen pencalonan berlangsung di Pusat Nominasi Dewan Muafakat Simpang Renggam. Petugas pemilihan, Mohd Izzul Helmi Ahmad, mengonfirmasi bahwa berkas Nor Hafiz diterima pukul 09.03, disusul Onn Hafiz tiga menit kemudian. βDengan ini saya nyatakan bahwa Onn Hafiz dari BN dan Nor Hafiz dari PH adalah dua calon untuk kursi Machap,β ujarnya di hadapan para pendukung dan saksi partai.
Pertarungan ini menjadi sorotan karena Machap merupakan salah satu kursi strategis di Johor. Pada pemilu negara bagian 2022, Onn Hafiz berhasil memenangkan kursi tersebut dalam pertarungan empat penjuru melawan kandidat dari Perikatan Nasional (PN), Parti Pejuang Tanah Air, dan Muda. Kemenangan itu menjadi bagian dari dominasi BN yang meraih 40 dari 56 kursi DUN Johor, sementara PH hanya memperoleh 12 kursi.
Konteks pemilu kali ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik Johor pasca-pembubaran DPRD oleh Menteri Besar Onn Hafiz pada 1 Juni lalu, setelah mendapat persetujuan dari Pemangku Raja Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim. Keputusan itu memicu pertanyaan tentang stabilitas politik di negara bagian yang selama ini menjadi lumbung suara BN. Pengamat menilai bahwa pertarungan langsung antara BN dan PH di Machap akan menjadi ujian awal bagi elektabilitas kedua koalisi menjelang pemilu nasional mendatang.
Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan mengingat Johor berbatasan langsung dengan Kepulauan Riau dan menjadi pusat ekonomi serta perdagangan bilateral. Stabilitas politik di Johor kerap berdampak pada iklim investasi dan hubungan dagang Indonesia-Malaysia, terutama di sektor manufaktur dan pariwisata. Selain itu, pola koalisi dan strategi kampanye di Malaysia sering menjadi referensi bagi partai politik di Indonesia dalam menghadapi kontestasi elektoral.
Menjelang hari pemungutan suara, kedua kandidat diprediksi akan menggencarkan kampanye di basis masing-masing. Onn Hafiz mengandalkan rekam jejak sebagai petahana dan program pembangunan yang telah berjalan, sementara Nor Hafiz dari PH akan mengusung isu perubahan dan tata kelola yang lebih transparan. Pertanyaannya, mampukah PH merebut kursi yang telah lama menjadi milik BN, atau justru BN akan kembali menunjukkan dominasinya di Johor?



