Pemerintah Jamin Fokus Padamkan Karhutla, Isu Rotasi Pejabat Ditepis
Baca dalam 60 detik
- Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan prioritas saat ini adalah pemadaman kebakaran hutan dan lahan, bukan evaluasi pejabat.
- Presiden Prabowo meminta penanganan karhutla dimaksimalkan di tengah El Nino yang memperparah kekeringan.
- Luas karhutla mencapai 107.000 hektare, dengan enam provinsi rawan menjadi prioritas penanganan.

Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah, bukan mengevaluasi kinerja pejabat daerah. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan belum ada rencana mengganti pejabat yang dinilai gagal mengendalikan api, meski tekanan publik meningkat.
Pernyataan itu disampaikan Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7). Ia mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan karhutla dilakukan semaksimal mungkin, terutama karena fenomena El Nino tahun ini diprediksi lebih kuat dari biasanya. Kondisi kering yang berkepanjangan membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Polkam) Djamari Chaniago sempat menyebut kemungkinan mengganti Kapolda dan Pangdam yang gagal menangani karhutla. Namun, Prasetyo meredam spekulasi tersebut. "Kita belum sampai ke arah sana, yang penting kita konsentrasi dulu secepatnya untuk bisa diatasi," ujarnya.
Pemerintah pusat, lanjut Prasetyo, memberikan dukungan penuh kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, hingga Balai Taman Nasional di Bromo. Dukungan mencakup sumber daya, peralatan, dan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan.
Meski demikian, Prasetyo mengakui OMC tidak selalu berhasil. "Secara teknis, penjelasan dari Kepala BMKG, tidak selalu bisa didapati kondisi awan yang memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca menghasilkan hujan," katanya. Hal ini menjadi kendala di tengah cuaca yang sangat kering.
Bagi Indonesia, karhutla bukan sekadar bencana lingkungan, tetapi juga masalah ekonomi dan kesehatan. Asap kebakaran kerap mengganggu aktivitas warga, sekolah, dan penerbangan, serta berpotensi memicu kerugian miliaran rupiah. Tahun ini, fokus penanganan diarahkan ke enam provinsi yang masuk kategori rawan, termasuk Riau dan Kalimantan Tengah yang memiliki lahan gambut luas.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu kebakaran, seperti membakar lahan untuk pertanian. Prasetyo juga meminta dukungan dan doa untuk tim yang bekerja di lapangan. "Karena memang kali ini El Nino-nya cukup kuat dan cuaca cukup kering," ingatnya.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah seberapa efektif OMC dan upaya pemadaman dalam mengendalikan api sebelum musim kemarau berakhir. Jika El Nino terus berlanjut, risiko karhutla bisa meluas dan berdampak pada negara tetangga, seperti yang pernah terjadi pada 2015 lalu. Pemerintah perlu memastikan koordinasi dan sumber daya yang memadai untuk mencegah krisis berkepanjangan.



