Julie Andrews Pastikan Absen dari The Princess Diaries 3, Kisah Berlanjut ke Mia
Baca dalam 60 detik
- Aktris legendaris Julie Andrews mengonfirmasi tidak akan tampil dalam sekuel ketiga The Princess Diaries, menyerahkan tongkat estafet kepada Anne Hathaway.
- Keputusan pensiun di usia 90 tahun menjadi titik balik kreatif, dengan fokus cerita beralih ke karakter Mia Thermopolis sebagai Ratu Genovia.
- Sutradara Adele Lim dan penulis Meg Cabot optimistis dengan arah baru film, meski harus memulai ulang naskah dari awal.

Julie Andrews, ikon perfilman yang memerankan Ratu Clarisse Renaldi dalam dua film The Princess Diaries, memastikan dirinya tidak akan ambil bagian dalam sekuel ketiga yang tengah disiapkan. Di usianya yang menginjak 90 tahun, aktris asal Inggris itu memilih untuk pensiun dari layar lebar, meninggalkan warisan karakter yang melekat kuat di hati penggemar sejak 2001.
Kepastian ini disampaikan Andrews dalam wawancara dengan TODAY.com, di mana ia mengungkapkan bahwa jalan cerita film ketiga akan berpusat pada Mia Thermopolis, tokoh utama yang diperankan Anne Hathaway. "Saya pikir kisahnya harus berlanjut pada Putri Mia. Ini kisahnya, bukan kisah saya," ujarnya. Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai kemungkinan kembalinya Ratu Clarisse dalam petualangan terbaru.
Dalam kesempatan terpisah bersama InStyle, Andrews mengakui bahwa tim kreatif film telah berulang kali mencoba membujuknya untuk kembali. Namun, ia merasa sudah waktunya berhenti. "Mereka meminta saya sepanjang tahun lalu. Sangat sulit untuk menolak, tetapi saya melakukannya karena saya merasa sudah memiliki perjalanan yang luar biasa," kata Andrews. Baginya, film ini akan tetap berkembang tanpa kehadiran tokoh nenek di usianya yang sekarang.
Keputusan Andrews ini tentu menjadi pukulan bagi penggemar setia yang berharap melihat kembali dinamika antara Ratu Clarisse dan Mia. Namun, Anne Hathaway telah memberikan sinyal positif mengenai perkembangan proyek ini. Dalam wawancara dengan SiriusXM's Radio Andy, Hathaway mengungkapkan bahwa tim telah menemukan terobosan cerita setelah sebelumnya harus membuang naskah lama. "Kami harus memulai dari awal dengan arah baru, bukan kabar yang diinginkan siapa pun, tetapi kami semua merasa ini akan menjadi yang tepat," tuturnya.
Film ketiga ini akan disutradarai oleh Adele Lim, yang dikenal lewat karyanya sebagai penulis naskah Crazy Rich Asians. Kehadiran Lim di kursi sutradara diharapkan membawa perspektif segar bagi waralaba yang telah dinanti selama hampir dua dekade. Sementara itu, Meg Cabot, penulis novel aslinya, mengaku sangat antusias dengan naskah yang telah dibacanya. "Saya sangat senang ada film ketiga. Saya membaca naskahnya dan itu luar biasa. Saya minta mereka tidak mengirim lagi karena saya terlalu menyukainya," kata Cabot kepada The Hollywood Reporter.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini mungkin terasa pahit manis. The Princess Diaries adalah salah satu film yang menemani masa remaja banyak orang, dengan tema pemberdayaan perempuan dan pencarian jati diri yang universal. Meski tanpa kehadiran Ratu Clarisse, cerita Mia yang kini memimpin Genovia tetap relevan, terutama dalam konteks kepemimpinan perempuan muda di tengah tekanan tradisi. Kisah Mia yang harus menyeimbangkan tugas kerajaan dengan kehidupan pribadinya bisa menjadi cermin bagi banyak perempuan Indonesia yang menghadapi dilema serupa.
Dengan Andrews yang memilih pensiun, tantangan kini berada di pundak Hathaway dan Lim untuk membuktikan bahwa waralaba ini tetap hidup tanpa sosok sentralnya. Pertanyaannya, akankah penonton menerima pergeseran fokus ini? Atau justru kehadiran Mia yang lebih dewasa dan kompleks akan menjadi daya tarik baru? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: The Princess Diaries 3 telah menjadi salah satu proyek paling dinanti dalam dekade ini.



