Pemerintah AS Beri Lampu Hijau untuk Rilis Model AI Claude Mythos 5 ke Mitra Terpercaya
Baca dalam 60 detik
- Anthropic mendapat izin dari Kementerian Perdagangan AS untuk meluncurkan Claude Mythos 5 ke lebih dari 100 entitas, termasuk perusahaan Fortune 500.
- Izin ini diberikan setelah Anthropic bekerja sama dengan pemerintah AS selama dua pekan untuk memitigasi risiko keamanan dari model AI canggih tersebut.
- Langkah ini menegaskan komitmen Washington menjaga kepemimpinan AI global tanpa mengorbankan keamanan nasional.

Pemerintah Amerika Serikat akhirnya memberikan izin kepada Anthropic untuk merilis model kecerdasan buatan terbarunya, Claude Mythos 5, ke sejumlah mitra terpercaya. Keputusan ini diumumkan melalui surat Kementerian Perdagangan AS yang dirilis pada Jumat (26/6) dan menandai babak baru dalam pengaturan distribusi teknologi AI berisiko tinggi.
Menurut sumber yang mengetahui langsung masalah ini, lebih dari 100 perusahaan dan institusi telah memperoleh akses ke Mythos 5. Sebagian besar dari mereka adalah perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500, menunjukkan bahwa model ini ditujukan untuk kalangan bisnis dan riset kelas atas.
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam suratnya kepada Anthropic menyatakan bahwa sejak surat sebelumnya pada 12 Juni, perusahaan telah bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatasi risiko yang terkait dengan model tersebut. "Dalam waktu hanya dua pekan, kami telah bekerja keras untuk memastikan Amerika tetap menjadi pemimpin global di bidang AI sambil menjaga keamanan kami," ujar juru bicara Kementerian Perdagangan.
Langkah ini memiliki implikasi penting bagi industri AI global, termasuk di Indonesia. Dengan dirilisnya Mythos 5 ke mitra terbatas, persaingan pengembangan AI antarnegara semakin ketat. Indonesia, yang tengah mendorong adopsi AI di sektor pemerintahan dan bisnis, perlu mencermati regulasi keamanan yang diterapkan AS. Model AI yang aman dan terkendali bisa menjadi acuan bagi kebijakan serupa di dalam negeri, terutama mengingat potensi penyalahgunaan teknologi deepfake dan disinformasi.
Para analis menilai bahwa keputusan ini menunjukkan perubahan pendekatan Washington: dari pelarangan total menuju pengawasan ketat dengan akses terbatas. Model seperti Mythos 5 memiliki kemampuan yang sangat kuat sehingga jika jatuh ke tangan yang salah, dapat menimbulkan risiko keamanan siber. Oleh karena itu, pemerintah AS memilih untuk memberikan akses hanya kepada entitas yang telah diverifikasi.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah model serupa akan tersedia untuk perusahaan di luar AS, termasuk di Asia Tenggara. Jika Anthropic memperluas akses ke mitra internasional, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar yang dilirik, mengingat pertumbuhan ekosistem AI di tanah air yang pesat. Namun, syarat keamanan yang ketat kemungkinan akan menjadi hambatan bagi perusahaan lokal yang belum memiliki standar keamanan siber setara.



