Scottie Scheffler Mendekati Rekor, Pimpin Travelers Championship dengan Skor 60
Baca dalam 60 detik
- Pemain nomor satu dunia Scottie Scheffler mencatatkan 11 birdie dan satu bogey untuk memimpin turnamen PGA Tour Travelers Championship dengan skor 16-under par.
- Viktor Hovland dari Norwegia mengancam rekor dengan skor 61 tanpa bogey, namun masih tertinggal dua pukulan dari Scheffler.
- Scheffler nyaris menyamai rekor 59 yang pernah ia raih pada 2020, tetapi gagal pada birdie di hole ke-18.

Scottie Scheffler, pegolf nomor satu dunia, memimpin klasemen PGA Tour Travelers Championship setelah putaran kedua dengan skor fantastis 10-under-par 60. Dalam penampilannya di TPC River Highlands, Connecticut, Jumat (23/6), ia mencatatkan 11 birdie dan hanya satu bogey, menempatkannya di posisi 16-under par, unggul dua pukulan dari pesaing terdekatnya.
Pesaing utama Scheffler, Viktor Hovland dari Norwegia, juga tampil impresif dengan skor 61 tanpa bogey yang mencakup tujuh birdie dan satu eagle. Hovland sempat mengancam rekor putaran terendah dalam sejarah PGA Tour, yang saat ini dipegang Jim Furyk dengan skor 58. Scheffler sendiri merupakan salah satu dari 14 pegolf yang pernah mencatatkan skor 59, yang ia raih pada Northern Trust 2020 di TPC Boston.
Peluang Scheffler untuk mengulang prestasi tersebut terbuka lebar saat ia membutuhkan birdie di hole ke-18. Namun, putt dari jarak 26 kaki meleset. "Itu sedikit rumit. Bolanya mulai ke kanan, dan ada banyak break dari kanan ke kiri di akhir," ujar Scheffler, seperti dikutip BBC. "Itu bacaan yang sulit, tetapi secara keseluruhan ini hari yang solid. Saya cukup puas dengan eksekusi saya."
Pesaing lain yang patut diperhatikan adalah Akshay Bhatia dan Eric Cole yang berada di posisi ketiga bersama dengan skor 12-under par. Bhatia mencatatkan putaran terbaik dalam kariernya dengan skor 62 tanpa bogey. Sementara itu, Matt Fitzpatrick dari Inggris harus puas dengan skor 66 setelah dua bogey di tiga hole terakhir, menempatkannya di 10-under par. Justin Rose dan Tommy Fleetwood berada satu pukulan di belakang Fitzpatrick, sementara Robert MacIntyre dari Skotlandia mengantongi skor 8-under par.
Bagi penggemar golf di Indonesia, penampilan Scheffler dan Hovland menjadi tontonan menarik karena menunjukkan level kompetisi tertinggi di PGA Tour. Meski belum ada pegolf Indonesia yang berlaga di turnamen ini, prestasi Scheffler yang konsisten menjadi tolok ukur bagi perkembangan golf Asia, termasuk Indonesia yang tengah giat mengembangkan bakat muda. Turnamen ini juga menjadi ajang bagi pegolf dunia untuk menguji kemampuan menjelang ajang major berikutnya.
Menjelang akhir pekan, Scheffler mengaku sadar bahwa mempertahankan ritme seperti ini sulit. "Sulit untuk mempertahankan kecepatan seperti itu, tetapi teruslah mengeksekusi, terus beri diri saya peluang," katanya. Pertanyaannya, akankah Scheffler mampu mempertahankan performa luar biasanya, atau justru Hovland atau pemain lain yang akan menyalip? Jawabannya akan terungkap dalam dua putaran terakhir turnamen.



