Manchester United Beralih ke Gibbs-White: Alternatif Lebih Siap dari Anderson dan Fernandes?
Baca dalam 60 detik
- Setelah gagal mendapatkan Elliot Anderson yang pindah ke Manchester City, Manchester United kini mengincar Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest sebagai alternatif utama.
- Gibbs-White, dengan 15 gol di Premier League musim lalu, dinilai lebih siap dibandingkan Anderson dan Mateus Fernandes yang masih dianggap proyek jangka panjang.
- Klausul rilis Β£80 juta membuat Gibbs-White menjadi target realistis, meski Tottenham Hotspur juga menunjukkan minat serius pada Fernandes.

Manchester United kembali menghadapi dilema di bursa transfer: setelah kehilangan Elliot Anderson yang memilih bergabung dengan Manchester City, fokus kini beralih ke Morgan Gibbs-White, gelandang serang Nottingham Forest yang diyakini lebih siap bersaing di level tertinggi. Keputusan ini mengindikasikan perubahan strategi INEOS, yang sebelumnya mengincar pemain muda potensial namun kini mengarah pada talenta yang sudah teruji di Premier League.
Anderson, yang dibanderol Β£130 juta, dianggap sebagai target utama pada awal musim panas. Namun, kepindahannya ke Etihad membuat manajemen United harus memutar haluan. Nama Mateus Fernandes dari West Ham United sempat mencuat sebagai pengganti, tetapi Tottenham Hotspur disebut lebih berpeluang memenuhi harga yang diminta. Situasi ini memaksa United mencari opsi lain, dan Gibbs-White muncul sebagai kandidat kuat.
Menurut laporan Football Insider, United menjadi klub yang paling dekat untuk mengajukan tawaran resmi untuk Gibbs-White. Pemain berusia 26 tahun itu dikabarkan bisa meminta hengkang dari City Ground musim panas ini, meski baru setahun lalu menandatangani kontrak baru setelah gagal pindah ke Spurs. Klausul rilis senilai Β£80 juta yang hanya bisa diaktifkan oleh klub Liga Champions membuatnya menjadi target yang realistis.
Perbandingan statistik menunjukkan Gibbs-White unggul jauh. Dalam 10 pertandingan terakhir musim lalu, ia mencetak 9 gol, termasuk hattrick krusial melawan Burnley dan gol indah ke gawang United di Old Trafford. Sementara itu, Anderson dan Fernandes hanya mengoleksi total 7 gol di seluruh musim. Gibbs-White juga mencatatkan 4 assist, angka yang sama dengan gabungan keduanya. Konsistensi ini membuatnya dijuluki sebagai pemain yang paling mirip dengan Bruno Fernandes, kapten United.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan United terhadap Gibbs-White menarik diamati karena menunjukkan bagaimana klub raksasa Inggris beradaptasi dengan dinamika bursa transfer yang semakin kompetitif. Kegagalan mendapatkan Anderson, yang dianggap sebagai proyek jangka panjang, justru membuka peluang untuk merekrut pemain yang siap pakai. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap kehilangan pemain bintang ke luar negeri: pentingnya memiliki rencana cadangan yang matang.
Gibbs-White sendiri bukanlah nama asing. Sejak bergabung dengan Forest dari Wolverhampton Wanderers pada 2022, ia telah menjadi motor serangan tim, mencatatkan 71 gol dan assist dalam 175 pertandingan di semua kompetisi. Kemampuannya bermain sebagai gelandang serang, gelandang tengah, atau sayap membuatnya fleksibel di bawah asuhan Erik ten Hag. Di sisi lain, Anderson dan Fernandes masih dianggap sebagai pemain proyek yang perlu waktu untuk berkembang, sementara United membutuhkan dampak instan.
Apakah langkah ini akan menjadi solusi jangka pendek atau justru mengulang kesalahan masa lalu? Dengan klausul rilis yang tinggi dan persaingan dari klub lain, United harus bergerak cepat. Jika berhasil, Gibbs-White bisa menjadi andalan baru di lini tengah, menggantikan peran Bruno Fernandes yang mulai menua. Namun, jika gagal, United mungkin harus kembali ke bursa dengan alternatif yang lebih terbatas.



