Sandro Tonali Beri Lampu Hijau ke Tottenham: Gaji Rp5,5 Miliar per Pekgu Disiapkan
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, dikabarkan sepakat secara personal dengan Tottenham Hotspur dan siap bergabung dengan kontrak senilai £275 ribu per pekan.
- Manajer Spurs Roberto De Zerbi menjadikan Tonali sebagai prioritas utama untuk merekonstruksi lini tengah, mengikuti jejak suksesnya mengorbitkan Moises Caicedo di Brighton.
- Kesepakatan antar-klub masih dalam negosiasi, namun Tonali disebut antusias bermain di bawah asuhan rekan senegaranya, De Zerbi, di Tottenham Hotspur Stadium.

Tottenham Hotspur bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Gelandang Newcastle United, Sandro Tonali, dikabarkan telah memberikan lampu hijau untuk pindah ke London Utara, dengan negosiasi personal terms yang hampir rampung. Klub disebut menyiapkan kontrak fantastis senilai £275 ribu per pekan—setara lebih dari Rp5,5 miliar—untuk meyakinkan pemain berusia 26 tahun itu bergabung.
Manajer anyar Spurs, Roberto De Zerbi, menjadikan lini tengah sebagai prioritas utama setelah kepergian Yves Bissouma secara gratis dan ketidakpastian masa depan Joao Palhinha yang masih dipinjam. Ditambah cedera berkepanjangan James Maddison dan Rodrigo Bentancur, kebutuhan akan gelandang bertahan kelas dunia semakin mendesak. De Zerbi, yang sebelumnya sukses mengorbitkan Moises Caicedo dan Alexis Mac Allister di Brighton, kini mengincar Tonali sebagai fondasi baru di lini tengah Spurs.
Menurut jurnalis Ben Jacobs, kesepakatan personal terms antara Tonali dan Spurs sudah dalam tahap akhir, dengan 'broad terms in place'. Sementara itu, laporan Sky Sports dari Lyall Thomas menyebutkan bahwa Tonali sangat ingin bermain di bawah asuhan De Zerbi, rekan senegaranya dari Italia. Kontrak £275 ribu per pekan yang ditawarkan menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di klub.
De Zerbi memiliki rekam jejak yang solid dalam mengembangkan gelandang. Di Brighton, ia mengubah Moises Caicedo dari pemain muda menjadi salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia, seperti yang diakui pelatih Chelsea Enzo Maresca. Caicedo, yang kini bersinar di Stamford Bridge, mencatatkan rata-rata 4,2 tekel dan intersepsi per game di musim 2022/23—jauh di atas rata-rata Tonali yang 2,3. Namun, Tonali unggul dalam penguasaan bola dan visi, dengan akurasi umpan 86% dan empat 'big chances' tercipta musim lalu.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League semakin agresif di bursa transfer, dan keberadaan pemain Italia seperti Tonali bisa meningkatkan daya saing Liga Inggris yang sudah menjadi tontonan utama di Tanah Air. Jika transfer ini terealisasi, Spurs diprediksi akan menjadi ancaman serius bagi empat besar musim depan.
Namun, negosiasi antar-klub dengan Newcastle masih berlangsung. The Magpies tentu tidak ingin kehilangan pemain bintangnya dengan mudah, terutama setelah Tonali tampil impresif di musim 2024/25 meski tim secara keseluruhan kesulitan. Pertanyaan besarnya: apakah Newcastle bersedia melepas Tonali dengan harga yang wajar, atau Spurs harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengamankan servisnya?



