Stefan de Vrij Tinggalkan Inter Milan, Gabung Panathinaikos dengan Kontrak Rp 52 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Bek Belanda berusia 34 tahun itu menolak perpanjangan kontrak dari Inter dan memilih pindah ke klub Yunani Panathinaikos secara gratis.
- Kesepakatan bernilai β¬3 juta per musim (sekitar Rp 52 miliar) selama satu tahun plus opsi perpanjangan, menjadikannya salah satu pemain asing termahal di Liga Yunani.
- Kepergian De Vrij menandai berakhirnya era tujuh tahun di Inter, di mana ia menjadi bagian penting dari skuad yang meraih Scudetto dan Coppa Italia musim ini.

Stefan de Vrij memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya bersama Inter Milan dan akan bergabung dengan Panathinaikos sebagai pemain bebas transfer, mengakhiri petualangannya di Serie A setelah lebih dari satu dekade. Bek tengah asal Belanda berusia 34 tahun itu telah menyetujui kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan kedua, senilai β¬3 juta per musim bersih, menurut laporan Sky Sport Italia.
Keputusan ini diambil setelah De Vrij menolak tawaran perpanjangan satu musim dari Inter. Ia dinilai ingin mendapatkan menit bermain yang lebih banyak setelah musim ini hanya tampil dalam 17 pertandingan kompetitif di semua ajang, meskipun Inter berhasil meraih gelar ganda Serie A dan Coppa Italia. Panathinaikos, yang tengah membangun kembali skuadnya untuk bersaing di Liga Yunani, melihat De Vrij sebagai tambahan pengalaman dan kualitas di lini belakang.
De Vrij memulai karier Serie A bersama Lazio pada 2014 setelah pindah dari Feyenoord. Ia kemudian bergabung dengan Inter sebagai free agent pada 2018 dan menjadi pilar pertahanan selama tujuh musim. Selama berseragam Nerazzurri, ia memenangkan dua gelar Serie A, dua Coppa Italia, dan tiga Piala Super Italia. Kepergiannya meninggalkan celah di lini belakang Inter yang kini harus mencari pengganti di bursa transfer musim panas.
Bagi Panathinaikos, merekrut pemain sekaliber De Vrij merupakan pernyataan ambisi. Klub yang berbasis di Athena itu ingin kembali ke papan atas sepak bola Yunani dan Eropa. De Vrij dijadwalkan menandatangani kontrak pada Senin depan dan akan diumumkan secara resmi. Ia juga sempat masuk dalam skuad Belanda untuk Piala Dunia 2026, namun mundur karena cedera.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan pemain seperti De Vrij ke liga yang kurang bergengsi sering kali menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga 1 yang ingin mempertahankan pemain bintangnya. Keputusan De Vrij untuk pindah demi menit bermain yang lebih banyak menunjukkan bahwa faktor non-finansial seperti peran di tim utama bisa menjadi penentu. Apakah langkah ini akan membawa Panathinaikos kembali ke kejayaan Eropa, atau justru menjadi akhir yang tenang bagi karier gemilang De Vrij?



