Juventus Buka-bukaan: Kiper dan Striker Jadi Prioritas, Kolo Muani Masih Peluang
Baca dalam 60 detik
- Direktur utama Juventus, Giovanni Carnevali, mengonfirmasi bahwa kiper dan striker menjadi dua posisi prioritas yang harus diisi pada bursa transfer mendatang.
- Pembicaraan dengan PSG untuk Randal Kolo Muani masih berlangsung, namun syarat ekonomi menjadi kendala utama.
- Selain Emiliano Martinez dan Guglielmo Vicario, Juventus juga memantau sejumlah profil kiper lain tanpa tergesa-gesa menyelesaikan kesepakatan.

Giovanni Carnevali, petinggi baru Juventus yang juga menjabat sebagai direktur utama dan CEO, secara terbuka mengungkapkan strategi transfer klub. Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, ia menegaskan bahwa dua posisi kunciโkiper dan strikerโmenjadi prioritas utama untuk musim depan, seiring kontrak Dusan Vlahovic yang akan habis pada 30 Juni.
Carnevali, yang resmi menggantikan Damien Comolli bulan ini, mengakui bahwa situasi Vlahovic masih terbuka. "Secara pribadi, saya belum pernah bicara dengan Vlahovic. Apa pun mungkin terjadi di sepak bola, ada kemungkinan besok yang tidak ada hari ini. Dia pemain penting, tetapi hari ini tidak ada dalam pikiran kami," ujarnya. Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa Juventus mungkin akan melepas sang bomber jika tidak ada perpanjangan kontrak.
Untuk lini depan, nama Randal Kolo Muani kembali mencuat. Pemain asal Prancis yang saat ini dipinjamkan PSG ke Tottenham Hotspur telah lama dikaitkan dengan Si Nyonya Tua. "Kolo adalah sebuah kemungkinan karena pembicaraan sudah berlangsung lama. Ada kesulitan sebelumnya, jadi kami sedang membangun kembali hubungan dengan PSG, tetapi kami juga butuh kondisi yang tepat dan dapat diterima," jelas Carnevali. Ia menambahkan bahwa negosiasi tidak pernah mudah, namun pihaknya memiliki visi yang jelas.
Di posisi kiper, dua nama besar yang disebut adalah Emiliano Martinez dari Aston Villa dan Guglielmo Vicario dari Tottenham. Carnevali memuji Martinez sebagai "pemain penting, kiper utama Argentina, punya pengalaman luar biasa, dan bisa menjadi profil yang cocok untuk Juventus." Namun, ia tidak menampik bahwa klub juga mengevaluasi profil lain. "Ada juga pembicaraan tentang Vicario, yang bisa menarik minat kami, tetapi masih ada yang lain. Kami tidak perlu menyelesaikan kesepakatan segera, kami punya waktu untuk berpikir dan mencoba mendapatkan pemain yang ingin datang ke Juventus," tegasnya.
Carnevali juga mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan Bologna untuk bek Jhon Lucumi mengalami kebuntuan. "Tidak akan mudah menyelesaikan kesepakatan ini, karena kami percaya pada Miretti dan dia punya nilai tertentu. Saat ini, kami tidak perlu menjual. Hal yang sama berlaku untuk Lucumi, dia pemain penting yang bisa menarik minat kami, tetapi tidak dengan klausul rilis โฌ28 juta," ungkapnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, pernyataan Carnevali menandai perubahan pendekatan Juventus yang lebih hati-hati secara finansial. Di tengah tekanan ekonomi klub-klub Eropa, Juventus tampaknya tidak akan terburu-buru mengeluarkan dana besar. Langkah ini juga bisa menjadi sinyal bagi klub-klub Indonesia yang kerap menjadikan Serie A sebagai tolok ukur dalam pengembangan pemain dan strategi transfer. Pertanyaan besarnya: akankah Juventus mampu mendatangkan nama-nama besar tanpa mengorbankan stabilitas keuangan?



