Ben Duckett dan Ben Stokes Bawa Inggris Bangkit di Tes Ketiga Melawan Selandia Baru
Baca dalam 60 detik
- Inggris membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal 317-0, dengan mengambil 10 wicket Selandia Baru hanya dengan 121 run.
- Kapten Ben Stokes menjadi kunci dengan 4-70, sementara Ben Duckett mencetak 113 run setelah sempat drop catch.
- Inggris masih tertinggal 215 run, tetapi momentum dan sejarah kemenangan 2022 memberi harapan untuk memenangkan seri penentu.

Ben Duckett dan Ben Stokes menjadi pahlawan kebangkitan Inggris pada hari kedua Tes ketiga melawan Selandia Baru di Trent Bridge, Nottingham, Jumat (19/7). Setelah sempat terpuruk dengan kebobolan 317 run tanpa kehilangan wicket pada hari pertama, Inggris berhasil membalikkan keadaan dengan mengambil 10 wicket Selandia Baru hanya dengan 121 run tambahan, menutup inning tim tamu di angka 438. Inggris kemudian membalas dengan 223-2, masih tertinggal 215 run.
Kapten Ben Stokes, yang kembali setelah absen pada Tes kedua akibat kontroversi klub malam, menjadi motor kebangkitan. Dalam kondisi panas terik, ia tampil tanpa lelah dengan delapan over yang menghasilkan tiga wicket dan satu tangkapan yang terlewat. Stokes juga terlibat dalam momen kontroversial saat Mitchell Santner dinyatakan out setelah bola mengenai tali sarung tangannya, bukan pelindung lengan seperti yang diklaim Santner. Keputusan wasit ketiga yang mengonfirmasi out tersebut membuat Stokes mengakhiri inning dengan 4-70.
Duckett, yang sebelumnya mengalami 14 inning tanpa setengah abad, akhirnya mencetak abad pertamanya sejak Juni tahun lalu. Ia memanfaatkan kesempatan kedua setelah di-drop pada skor delapan, dan bersama Jacob Bethell (74* tidak keluar) membangun kemitraan 179 run untuk wicket kedua. Duckett mencapai 113 run dari 88 bola, menyamai rekor abad tercepatnya sebagai pembuka Inggris. Hanya Zak Crawley yang mencetak ton lebih cepat sebagai pembuka Inggris.
Kebangkitan Inggris ini menjadi angin segar setelah delapan bulan yang sulit dengan hanya dua kemenangan dalam sembilan Tes. Jika seri penentu ini berakhir dengan kekalahan, tekanan akan kembali pada manajemen tim. Namun, dengan performa hari kedua ini, Inggris menunjukkan bahwa mereka masih memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan, terutama dengan sejarah kemenangan 2022 di lapangan yang sama setelah Selandia Baru mencetak 553 run di inning pertama.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kebangkitan Inggris ini menjadi tontonan menarik. Meskipun kriket belum sepopuler sepak bola, pertandingan seri penuh drama seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan olahraga ini lebih luas. Selain itu, gaya bermain agresif 'Bazball' yang diusung Inggris di bawah Stokes dan pelatih Brendon McCullum menawarkan pendekatan baru yang menghibur.
Duckett sendiri mengakui bahwa ia merasa lega bisa kembali ke performa terbaiknya setelah masa sulit, termasuk insiden mabuk di Australia yang videonya tersebar luas. Ia memutuskan mundur dari Indian Premier League untuk fokus pada kriket red-ball bersama Nottinghamshire, keputusan yang kini membuahkan hasil.
Pertandingan masih panjang. Inggris masih tertinggal 215 run dan harus menyelesaikan inning pertama mereka sebelum bisa menekan Selandia Baru di inning kedua. Namun, dengan momentum yang ada, bukan tidak mungkin Inggris mengulangi keajaiban 2022. Akankah Bazball kembali membawa kemenangan dramatis?



