Ibrahimovic Puji Bakat Muda Bosnia: 'Keberanian Itu Langka'
Baca dalam 60 detik
- Zlatan Ibrahimovic memuji mentalitas pemain muda Bosnia Kerim Alajbegovic yang tampil percaya diri di Piala Dunia, menyebut keberanian lebih penting dari sekadar gol.
- Alajbegovic, yang bermain di posisi sayap kiri, diminati AC Milan setelah Bayer Leverkusen berniat menjualnya, sementara klub Serie A lain belum menjadikannya prioritas.
- Pujian Ibrahimovic muncul di tengah restrukturisasi manajemen Milan yang dipimpin Gerry Cardinale, dengan Ibrahimovic tetap berperan sebagai pramuka meski tidak hadir dalam pertemuan puncak.

Zlatan Ibrahimovic, penasihat khusus AC Milan, memberikan pujian tinggi kepada pemain muda Bosnia dan Herzegovina, Kerim Alajbegovic, yang baru berusia 18 tahun. Bukan gol sensasional yang menjadi sorotan utama Ibrahimovic, melainkan keberanian dan mentalitas pemain tersebut saat tampil di panggung Piala Dunia. โBanyak pemain muda punya bakat, tapi bakat tanpa kepribadian tidak berarti apa-apa,โ ujar Ibrahimovic saat menjadi komentator di Fox Sports.
Alajbegovic, yang saat ini dipinjamkan Bayer Leverkusen ke RB Salzburg, mencetak gol spektakuler bersama tim nasional Bosnia. Namun, Ibrahimovic menekankan bahwa yang membuatnya terkesan adalah keyakinan pemain itu sebelum mencetak gol. โDia meminta bola, menyerang momen. Pemain hebat tidak menunggu kesempatan, mereka menciptakannya,โ tambah Ibrahimovic. Pujian ini menjadi sinyal bahwa Milan serius memantau perkembangan pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap kiri tersebut.
Pujian Ibrahimovic ini muncul di tengah perubahan besar di tubuh AC Milan. Pemilik klub, Gerry Cardinale, baru saja memimpin pertemuan puncak di Casa Milan yang menetapkan hierarki baru. Massimo Calvelli ditunjuk sebagai CEO baru, sementara Hendrik Almstadt menjadi Direktur Perdagangan Pemain, Bobby Gardiner sebagai Direktur Intelijen Sepak Bola, dan Donato Lomonte sebagai kepala pramuka. Ibrahimovic tidak bisa hadir karena sedang menjadi komentator Piala Dunia di Amerika Serikat, namun ia tetap berkontribusi sebagai pramuka untuk Milan.
Bagi sepak bola Indonesia, kisah Alajbegovic menjadi pelajaran berharga. Mentalitas dan keberanian pemain muda seringkali menjadi pembeda di level tertinggi. Klub-klub Indonesia yang ingin melahirkan talenta kelas dunia perlu menanamkan kepercayaan diri sejak dini, bukan hanya mengasah teknik. Selain itu, pendekatan Milan yang memanfaatkan jaringan mantan pemain sebagai pramuka bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Tanah Air untuk memperluas jangkauan scouting.
Alajbegovic dikabarkan ingin pindah ke Serie A, dan Bayer Leverkusen siap melepasnya. Namun, Roma, Napoli, dan Atalanta belum menjadikannya prioritas, membuka peluang bagi Milan untuk merekrutnya. Tantangan terbesar adalah posisi Alajbegovic yang sama dengan bintang Milan, Rafael Leao, di sisi kiri serangan. Milan harus memutuskan apakah akan merekrutnya sebagai pemain pelapis atau mengubah formasi. Keputusan ini akan menentukan masa depan pemain muda Bosnia tersebut di Italia.



