Tawaran Gila Al-Ittihad Mengancam Harapan Italia Gaet Antonio Conte
Baca dalam 60 detik
- Klub Saudi Al-Ittihad siap menggelontorkan gaji fantastis untuk Antonio Conte, mengancam rencana FIGC menunjuknya sebagai pelatih timnas Italia.
- Conte menjadi kandidat utama bersama Roberto Mancini untuk menggantikan Gennaro Gattuso, namun tawaran dari Timur Tengah bisa mengubah segalanya.
- Jika Italia gagal mengamankan Conte, pelatih asal Lecce itu kemungkinan besar akan memilih petualangan anyar di Saudi Pro League.

Antonio Conte, yang baru saja meninggalkan Napoli pada akhir musim 2025-26, kini menjadi rebutan antara Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan klub kaya raya Arab Saudi, Al-Ittihad. Laporan dari Corriere dello Sport pada Senin (25/11) menyebutkan bahwa Al-Ittihad siap menawarkan kontrak dengan nilai yang memusingkan untuk membujuk Conte menggantikan Sergio Conceicao di Saudi Pro League.
Kabar ini menjadi pukulan telak bagi FIGC yang tengah sibuk merombak struktur kepelatihan timnas Italia. Setelah kepergian Gennaro Gattuso, Gianluigi Buffon, dan Gabriele Gravina pada awal April lalu, FIGC di bawah kepemimpinan baru Giovanni Malago harus segera mengambil keputusan penting. Malago dijadwalkan menunjuk direktur teknis anyarโPaolo Maldini masuk dalam bursa kandidatโsebelum akhirnya menentukan pelatih kepala.
Conte dan mantan komisaris teknik Roberto Mancini menjadi dua nama terdepan untuk menggantikan Gattuso. Namun, tawaran menggiurkan dari Al-Ittihad membuat situasi semakin rumit. Klub yang bermarkas di Jeddah itu tak segan mengeluarkan kocek besar demi mendatangkan pelatih top Eropa, sebagaimana yang telah mereka lakukan dengan merekrut Karim Benzema dan N'Golo Kante sebelumnya.
Menurut laporan yang sama, Conte tetap akan memprioritaskan tawaran dari Italia jika ia menjadi kandidat utama. Namun, jika FIGC tak kunjung memberikan kepastian, pelatih berusia 56 tahun itu akan dihadapkan pada dua pilihan: mengambil cuti panjang atau menerima tantangan baru di Arab Saudi dengan imbalan finansial yang sulit ditolak. Keputusan ini juga akan berdampak pada persiapan Italia menuju Piala Eropa 2028, di mana mereka membutuhkan sosok pelatih berpengalaman untuk membangun kembali skuad.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini mengingatkan pada fenomena migrasi pelatih top Eropa ke liga-liga kaya seperti Saudi Pro League. Jika Conte benar-benar hengkang, hal itu bisa memperkuat tren bahwa gaji besar lebih menarik daripada proyek jangka panjang bersama tim nasional. Di sisi lain, kegagalan Italia mengamankan Conte bisa menjadi pelajaran bagi federasi sepak bola Asia, termasuk Indonesia, untuk tidak menunda pengambilan keputusan strategis saat bersaing dengan tawaran finansial raksasa.
Pertanyaan besarnya: mampukah FIGC meyakinkan Conte bahwa proyek membangkitkan kembali kejayaan Italia lebih berharga daripada tumpukan uang di Timur Tengah? Ataukah Saudi Pro League akan kembali mencuri satu lagi nama besar sepak bola Eropa?



