Tuchel Diuji: Rashford dan O'Reilly Bersaing Lawan Panama
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Thomas Tuchel dihadapkan pada pilihan sulit setelah hasil imbang melawan Ghana, dengan Marcus Rashford dan Nico O'Reilly menjadi kandidat utama untuk masuk starting XI.
- Alan Shearer menilai performa Rashford dan Bukayo Saka sebagai pemain pengganti sudah cukup untuk mendapat tempat inti, sementara O'Reilly dianggap layak kembali mengisi pos bek kiri.
- Keputusan Tuchel akan menentukan peluang Inggris mempertahankan puncak klasemen Grup L saat berhadapan dengan Panama pada laga krusial hari Minggu.

Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, tengah berada dalam dilema taktik menjelang laga ketiga Grup L Piala Dunia 2026 melawan Panama, Minggu (15/6). Setelah hanya bermain imbang tanpa gol kontra Ghana, tekanan untuk merombak susunan pemain kian menguat, terutama dengan opsi memainkan Marcus Rashford sejak awal atau mengembalikan Nico O'Reilly ke pos bek kiri.
Inggris saat ini memuncaki klasemen Grup L dengan koleksi empat poin, unggul selisih gol atas Ghana di posisi kedua. Hasil seri melawan Ghana—yang notabene merupakan lawan terkuat di grup—menunjukkan bahwa lini serang The Three Lions masih tumpul. Tuchel hanya melakukan dua perubahan pada laga tersebut, memasukkan Djed Spence dan Marc Guehi menggantikan O'Reilly dan John Stones. Keputusan itu tidak membuahkan hasil optimal, dan kini publik menanti gebrakan taktis sang pelatih.
Mantan penyerang timnas Inggris, Alan Shearer, dalam analisisnya untuk BBC Sport, mendorong Tuchel untuk lebih berani. Menurut Shearer, Bukayo Saka dan Marcus Rashford telah menunjukkan kontribusi signifikan setiap kali turun sebagai pemain pengganti di dua laga sebelumnya. “Saka dan Rashford sudah cukup membuktikan diri untuk mendapat kesempatan menjadi starter,” ujar Shearer. Ia juga menambahkan bahwa O'Reilly layak kembali mengisi pos bek kiri, menggantikan Spence yang tampil kurang meyakinkan.
Keputusan Tuchel tidak hanya berdampak pada hasil pertandingan, tetapi juga pada keseimbangan tim secara keseluruhan. Jika Rashford dan Saka dimainkan sejak awal, Tuchel harus memikirkan ulang peran Declan Rice yang selama ini menjadi jangkar di lini tengah. Rice dikabarkan masih dalam penilaian kebugaran bersama bek kanan Reece James, sehingga ada kemungkinan ia diistirahatkan. Alternatifnya, Tuchel bisa mempertahankan Rice dan memainkan formasi lebih ofensif dengan mengorbankan satu gelandang bertahan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati karena Inggris selalu menjadi salah satu tim favorit dengan basis penggemar besar di Tanah Air. Selain itu, performa pemain seperti Rashford dan Saka kerap menjadi sorotan di media sosial dan platform streaming lokal. Pertandingan melawan Panama juga menjadi ajang pembuktian bagi Tuchel yang baru menangani Inggris sejak awal tahun, setelah sebelumnya sukses di level klub bersama Chelsea dan Paris Saint-Germain.
Laga melawan Panama diprediksi akan berlangsung sengit. Panama, yang saat ini berada di posisi ketiga dengan tiga poin, masih berpeluang lolos ke babak berikutnya. Mereka tentu tidak akan mudah menyerah, apalagi setelah menahan imbang Ghana 1-1 di laga pembuka. Inggris perlu tampil lebih tajam jika ingin mengamankan posisi puncak grup dan menghindari pertemuan dengan tim kuat di babak 16 besar.
Pertanyaan besarnya: akankah Tuchel berani mengambil risiko dengan menurunkan skuad paling ofensif, atau justru bermain aman dengan mempertahankan mayoritas pemain yang sudah tampil? Jawabannya akan diketahui pada hari Minggu, dan bisa menjadi penentu nasib Inggris di turnamen ini.



