Aston Villa Incar Endrick untuk Gantikan Morgan Rogers: Rekrutan Pinjaman yang Bisa Jadi Jawaban
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa dikabarkan serius ingin meminjam Endrick dari Real Madrid untuk musim 2026/27, menyusul penjualan Morgan Rogers dan Jhon Duran.
- Endrick dinilai punya profil mirip Rogers dan Duran: lari langsung, naluri gol tajam, dan potensi menjadi bintang, meski belum menembus tim utama Los Blancos.
- Jika transfer ini terwujud, Villa berharap bisa mengulang sukses mengembangkan pemain muda Brasil, sekaligus mengatasi krisis lini depan di tengah padatnya jadwal.

Aston Villa tengah mempertimbangkan langkah berani untuk memulihkan daya gedor mereka yang tergerus setelah ditinggal dua penyerang kuncinya. Kabar dari jurnalis transfer Fabrizio Romano menyebut klub asal Birmingham itu masuk dalam daftar peminat Endrick, penyerang muda Brasil milik Real Madrid, dengan skema peminjaman selama satu musim. Langkah ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa skuad asuhan Unai Emery belum sepenuhnya siap menghadapi musim 2026/27, terutama setelah kehilangan Morgan Rogers yang dijual ke Chelsea dengan nilai fantastis.
Kehilangan Rogers jelas menjadi pukulan telak. Dalam dua setengah musim di Villa Park, pemain berusia 23 tahun itu mencatatkan 31 gol dan 29 assist, menjadi motor serangan yang sulit digantikan. Belum lagi kepergian Jhon Duran ke Al-Nassr pada Januari 2025 lalu yang menguras kedalaman lini depan. Meski Alejandro Garnacho datang dengan status pinjaman, performanya di Chelsea musim laluโhanya satu gol di ligaโbelum cukup meyakinkan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Rogers.
Kegelisahan itu tampak nyata dalam laga pramusim terakhir, saat Villa takluk 2-1 dari Bayern Munich di Hong Kong. Emery mengakui timnya kehilangan ketajaman di sepertiga akhir, sesuatu yang dulu menjadi ciri khas permainan Villa. Dengan kembalinya mereka ke Liga Champions setelah menjuarai Liga Europa, kebutuhan akan penyerang berkualitas menjadi semakin mendesak.
Endrick, yang baru berusia 20 tahun, dianggap sebagai kandidat ideal. Meski belum menjadi pilihan utama di Santiago Bernabeu, Carlo Ancelotti pernah memujinya sebagai prospek "spektakuler" dengan akurasi tembakan "di luar grafik". Selama dipinjamkan ke Lyon pada paruh kedua musim lalu, ia tampil menjanjikan dengan memenangi hampir lima duel per pertandingan dalam 16 laga Ligue 1. Angka itu menunjukkan kontribusinya bukan hanya sebagai penyelesai akhir, tetapi juga dalam membangun serangan.
Menurut Romano, selain Villa, AS Roma juga dikabarkan tertarik. Namun, Villa punya rekam jejak yang menarik: mereka berhasil mengubah Duran dan Rogers menjadi bintang. Emery sendiri terbiasa dengan pemain pinjaman jangka pendek, seperti Marcus Rashford, Marco Asensio, dan Harvey Elliott. Jika Endrick datang, ia bisa menjadi katalis yang membangkitkan kembali semangat Duran di Villa Park.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, ketertarikan Villa pada Endrick menjadi sinyal bahwa klub-klub Eropa semakin berani meminjamkan pemain muda berbakat dari raksasa seperti Real Madrid. Ini juga membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk menembus liga top Eropa melalui jalur pinjaman, sebagaimana yang dicontohkan oleh beberapa pemain Jepang dan Korea Selatan.
Keputusan akhir ada di tangan Endrick dan agennya. Jika ia memilih Villa, ia akan mendapatkan menit bermain yang mungkin sulit ia dapatkan di Madrid. Namun, pertanyaannya: apakah ia sanggup menggantikan peran ganda Rogers dan Duran sekaligus? Atau akankah Villa justru kembali ke pasar transfer untuk mencari striker murni? Musim 2026/27 akan menjadi ujian nyata bagi ambisi Emery dan ketajaman manajemen klub dalam membangun skuad yang kompetitif.



