Olivia Rodrigo Resmi Jadi Pemilik Rumah di London: Ingin Hidup Normal dan Berkarya
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Olivia Rodrigo membeli properti di London untuk menghindari hiruk-pikuk selebritas AS dan menjalani kehidupan yang lebih autentik.
- Keputusan ini didorong oleh keinginannya menulis musik dengan tenang, sebagian besar album barunya tercipta di ibu kota Inggris.
- Langkah Rodrigo mencerminkan tren musisi global yang memilih kota dengan budaya santai demi keseimbangan hidup dan kreativitas.

Olivia Rodrigo, penyanyi pop berusia 23 tahun asal California, resmi membeli rumah di London sebagai langkah strategis untuk lebih sering tinggal di Inggris dan menjauh dari pusaran budaya selebritas Amerika Serikat yang dianggapnya terlalu ramai.
Keputusan ini diungkapkan Rodrigo dalam wawancara dengan BBC. Ia mengaku sudah lama jatuh cinta dengan London setelah sering menghabiskan waktu di sana. “Sejujurnya, aku ingin lebih sering nongkrong di London. Aku baru saja punya tempat di sini, dan itu menyenangkan,” ujarnya. Ia berharap bisa tinggal dalam waktu lama dan menikmati semua kesenangan khas Inggris.
Menurut laporan The Sun, Rodrigo merogoh kocek hingga tujuh digit untuk sebuah properti di kawasan elite London. Seorang sumber menyebutkan bahwa penyanyi tersebut ingin hidup seperti orang biasa di London karena di sana ia tidak mendapat perlakuan istimewa seperti di AS. “Ketika di sini, dia hidup seperti gadis awal dua puluhan biasa—pergi ke kedai kopi, bar, dan berjalan-jalan. Itu yang dia butuhkan untuk menjalani hidup autentik dan membuat musik nyata,” kata sumber itu.
Rodrigo, yang sebelumnya menjalin hubungan dengan aktor asal London Louis Partridge, juga mengaku merasa menjadi versi terbaik dirinya saat berada di London. Sebagian besar album terbarunya, You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love, ditulis di kota tersebut. “Mungkin karena sering hujan, jadi yang kamu lakukan hanya di dalam rumah dengan gitar dan menulis,” ujarnya kepada Dazed.
Fenomena ini tak hanya terjadi pada Rodrigo. Banyak musisi global memilih pindah atau memiliki tempat tinggal di kota-kota Eropa yang menawarkan privasi dan ritme hidup lebih tenang. Bagi penggemar di Indonesia, langkah Rodrigo bisa menjadi cerminan bahwa tekanan budaya selebritas di negara asal seringkali mendorong artis mencari ruang kreatif yang lebih bebas. Di Indonesia sendiri, beberapa musisi juga mulai melirik kota-kota seperti Yogyakarta atau Ubud sebagai tempat menulis dan beristirahat dari hiruk-pikuk Jakarta.
Rodrigo juga mengaku terinspirasi oleh Manchester, kota kelahiran band-band legendaris seperti Oasis dan The Smiths. “Beberapa tahun lalu aku menghabiskan waktu di Manchester, dan hujannya deras sekali. Aku berpikir, ‘Pantas saja banyak band hebat berasal dari Manchester!’” ujarnya.
Keputusan Rodrigo membeli rumah di London menandai babak baru dalam kariernya. Pertanyaannya, apakah langkah ini akan diikuti oleh artis-artis muda lainnya yang mencari keseimbangan antara ketenaran dan kehidupan pribadi? Atau justru akan mengubah peta industri musik global, di mana kota-kota seperti London menjadi magnet baru bagi kreativitas?



