Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Pariaman, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
Baca dalam 60 detik
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,7 melanda wilayah barat daya Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat pagi, 26 Juni 2026, pukul 09:56 WIB.
- Pusat gempa berada di kedalaman 29 kilometer, sekitar 78 kilometer dari Pariaman, termasuk kategori gempa dangkal yang jarang menimbulkan kerusakan signifikan.
- BMKG mengingatkan data awal gempa bersifat sementara dan dapat berubah seiring kelengkapan informasi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak panik.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,7 mengguncang wilayah Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat (26/6/2026) pagi, memicu kewaspadaan warga meski getarannya tergolong kecil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di titik koordinat 1,22 Lintang Selatan dan 99,76 Bujur Timur, tepatnya 78 kilometer arah barat daya Pariaman, dengan kedalaman 29 kilometer. Guncangan dirasakan pada pukul 09:56:05 WIB, dan hingga saat ini belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa.
BMKG melalui akun media sosial resminya menyampaikan bahwa informasi gempa ini mengutamakan kecepatan, sehingga data pengolahan awal belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya verifikasi lanjutan, terutama bagi masyarakat yang merasakan getaran. Meski magnitudo 3,7 termasuk kategori gempa kecil yang jarang menimbulkan kerusakan, kedalaman dangkal 29 kilometer membuat getarannya tetap terasa di permukaan, terutama di wilayah pesisir barat Sumatera yang dikenal rawan seismik.
Wilayah Sumatera Barat, khususnya pesisir barat seperti Pariaman, memang berada di jalur gempa aktif akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Menurut catatan BMKG, gempa dengan magnitudo di bawah 4,0 kerap terjadi di kawasan ini dan umumnya tidak berdampak signifikan. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana, mengingat potensi gempa besar yang mengancam zona megathrust Mentawai-Siberut.
Bagi pembaca di Indonesia, khususnya yang tinggal di daerah rawan gempa, informasi ini menggarisbawahi pentingnya memahami prosedur evakuasi dan memiliki rencana tanggap darurat. Meski gempa kecil seperti ini tidak memicu tsunami, kewaspadaan tetap diperlukan karena gempa dangkal dapat menjadi prekursor aktivitas seismik yang lebih besar. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu merujuk pada data resmi.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah aktivitas seismik di wilayah barat Sumatera akan meningkat dalam waktu dekat. Para ahli biasanya memantau pola gempa susulan untuk menentukan potensi risiko. Sementara itu, warga Pariaman dan sekitarnya diharapkan tetap tenang namun waspada, serta memastikan bangunan tempat tinggal mereka tahan gempa sesuai standar konstruksi yang berlaku.



