Geledah 6 Distrik, Polisi Malaysia Bongkar Sindikat Narkoba Berjuluk 'Datuk': 291 Tersangka dan Barang Bukti Rp21 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Polisi Malaysia menangkap 291 anggota sindikat narkoba yang dipimpin seorang bergelar 'Datuk' dalam operasi Ops Gaurus pada 17-21 Juni.
- Sindikat yang beroperasi sejak pertengahan 2024 ini mengolah dan mendistribusikan narkoba ke tempat hiburan di beberapa negara bagian.
- Penggerebekan ini disebut membuat celah serius dalam perdagangan narkoba lokal, namun polisi akan terus memburu sindikat lain.

Kepolisian Malaysia berhasil membongkar sindikat narkoba besar yang dipimpin oleh seorang pria bergelar 'Datuk' dalam operasi besar-besaran yang berlangsung di tiga negara bagian. Sebanyak 291 orang ditangkap dan barang bukti narkoba senilai RM6,26 juta (sekitar Rp21 miliar) disita dalam operasi yang dinamai Ops Gaurus itu.
Operasi yang berlangsung pada 17-21 Juni ini menyasar enam distrik di Perak, yakni Taiping, Ipoh, Batu Gajah, Tapah, Manjung, dan Hilir Perak. Namun, pengembangan dilakukan hingga ke Kuala Lumpur dan Johor. Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkoba Bukit Aman, Komisaris Datuk Hussein Omar Khan, mengungkapkan bahwa pemimpin sindikat yang juga anggota geng bawah tanah itu ditangkap di Taman Midah, Cheras.
"Sindikat ini telah beroperasi sejak pertengahan 2024. Mereka memproses, menyimpan, dan mendistribusikan narkoba di Lembah Klang, Johor, Perak, dan Melaka," ujar Hussein dalam konferensi pers di markas polisi Kuala Lumpur, Jumat (26/6).
Jenis narkoba yang disita meliputi MDMA, pil ekstasi, dan ketamin. Selain itu, polisi juga menemukan peralatan dan bahan kimia prekursor untuk memproses narkoba. "Kami meyakini mereka terutama mendistribusikan narkoba ke tempat-tempat hiburan," tambahnya.
Selain narkoba, polisi menyita sejumlah aset mewah, termasuk kendaraan bernilai lebih dari RM700.000 (sekitar Rp2,4 miliar). Salah satu mobil sedan eksekutif yang disita diperkirakan bernilai setidaknya RM300.000 (sekitar Rp1 miliar).
Hussein menegaskan bahwa penangkapan sindikat ini telah membuat celah serius dalam perdagangan narkoba lokal. "Kami akan terus meningkatkan operasi untuk menargetkan sindikat lain," katanya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kepolisian Malaysia dalam memberantas peredaran narkoba yang kerap melibatkan jaringan lintas negara.
Bagi Indonesia, pengungkapan ini menjadi pengingat akan pentingnya kerja sama regional dalam memerangi narkoba. Mengingat kedekatan geografis dan jalur perdagangan yang kerap digunakan sindikat, koordinasi antara kepolisian Malaysia dan Indonesia, khususnya BNN, menjadi krusial. Apakah penggerebekan ini akan memicu pengusutan lebih lanjut terhadap jaringan yang mungkin terkait dengan Indonesia? Waktu yang akan menjawab.



