Mutasi Besar Polri: 190 Kapolres Dirotasi, Ini Daftar dan Tujuannya
Baca dalam 60 detik
- Kapolri merotasi 190 kapolres di seluruh Indonesia melalui tujuh surat telegram pada 25 Juni 2026.
- Langkah ini merupakan bagian dari pembinaan karier dan upaya meningkatkan profesionalisme serta efektivitas pelayanan Polri.
- Mutasi mencakup sejumlah posisi strategis seperti Kapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolresta Malang Kota.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merotasi 190 jabatan kapolres di seluruh Indonesia, sebuah langkah besar yang tertuang dalam tujuh Surat Telegram yang diterbitkan pada 25 Juni 2026. Keputusan ini menandai salah satu gelombang mutasi terbesar di tubuh Polri dalam beberapa tahun terakhir, menyasar posisi-posisi kunci di daerah.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan dinamika organisasi yang wajar. Tujuannya, menurut dia, adalah untuk meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Pernyataan ini menegaskan bahwa rotasi bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari strategi pembinaan karier jangka panjang.
Sejumlah nama dan posisi strategis ikut berubah. Di Jakarta, Kapolres Metro Jakarta Barat kini dijabat Kombes Nasriadi menggantikan Kombes Twedi Aditya Bennyahdi. Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota beralih dari Kombes Kusumo Wahyu Bintoro ke Kombes Putu Kholis Aryana. Di Jawa Barat, Kapolres Tasikmalaya diisi AKBP Ade Papa Rihi menggantikan AKBP Wahyu Pristha Utama, dan Kapolres Purwakarta kini dipimpin AKBP Febri Nurzam menggantikan AKBP I Dewa PG Anom Danujaya.
Pergantian juga terjadi di sejumlah kota besar lainnya. Kapolresta Jambi kini dipegang Kombes Ananto Herlambang menggantikan Kombes Boy Sutan Binanga Siregar. Di Malang, Kapolresta Malang Kota beralih dari Kombes Putu Kholis Aryana ke AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno. Sementara itu, Kapolres Salatiga dijabat AKBP Jonathan David Harianthono, Kapolres Cilegon diisi AKBP Moehamad Probandono Bobby Danuardi, dan Kapolresta Cilacap dipimpin Kombes Yovan Fatika Handhiska Aprilaya.
Mutasi ini tidak hanya menyentuh tingkat kapolres, tetapi juga merupakan bagian dari rotasi, mutasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 personel perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) yang diumumkan bersamaan. Tujuh Surat Telegram yang diterbitkan pada 25 Juni 2026 masing-masing memuat jumlah personel yang berbeda, mulai dari 65 hingga 359 personel per telegram. Hal ini menunjukkan skala perombakan yang masif di tubuh institusi kepolisian.
Trunoyudo menegaskan bahwa seluruh kebijakan mutasi didasarkan pada kebutuhan organisasi, sistem merit, serta evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Ia berharap para pejabat baru dapat segera beradaptasi, meningkatkan kinerja, dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi serta masyarakat. Langkah ini juga dinilai sebagai upaya untuk menyegarkan struktur kepemimpinan di daerah, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan dan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Ke depan, publik akan mengawasi apakah rotasi ini mampu membawa perubahan signifikan dalam kualitas pelayanan Polri di tingkat lokal. Akankah para kapolres baru dapat menjawab ekspektasi masyarakat yang terus meningkat terhadap profesionalisme dan transparansi institusi?



