Microsoft Naikkan Harga Xbox Series X|S hingga Rp2,4 Juta: Biaya Produksi Melonjak
Baca dalam 60 detik
- Microsoft mengonfirmasi kenaikan harga Xbox Series X|S hingga US$150 per unit mulai Agustus 2026, dipicu biaya komponen memori dan penyimpanan yang naik dua kali lipat.
- Model 2 TB dihentikan produksinya, sementara varian 512 GB dan 1 TB naik masing-masing US$100 dan US$150; perusahaan memproyeksikan harga komponen bisa berlipat lagi pada 2027.
- Untuk meredam dampak ke konsumen, Microsoft menawarkan skema cicilan tanpa bunga, opsi beli sekarang bayar nanti, serta diskon konsol bekas bersertifikat.

Microsoft akhirnya mengonfirmasi kenaikan harga jual konsol Xbox Series X|S secara global, dengan kenaikan tertinggi mencapai US$150 (sekitar Rp2,4 juta) per unit. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Agustus 2026 dan langsung memicu perdebatan di kalangan gamer, terutama di negara berkembang seperti Indonesia yang sensitif terhadap perubahan harga.
Kenaikan harga ini tidak merata di semua varian. Model Xbox Series X|S dengan kapasitas penyimpanan 512 GB akan naik US$100, sementara varian 1 GB naik US$150. Yang lebih mengejutkan, Microsoft memutuskan untuk menghentikan produksi model 2 TB yang selama ini menjadi pilihan bagi pengguna dengan kebutuhan penyimpanan besar. Keputusan ini diambil di tengah melonjaknya biaya komponen memori dan penyimpanan, yang menurut perusahaan telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.
Dalam pernyataan resminya, Microsoft menyebut kenaikan biaya produksi sebagai alasan utama. โBiaya untuk komponen memori dan penyimpanan telah meningkat lebih dari dua kali lipat, dan kami memperkirakan tren ini akan berlanjut hingga 2027,โ demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari rilis perusahaan. Analis industri menilai langkah ini merupakan respons terhadap tekanan rantai pasok global yang belum pulih sepenuhnya pascapandemi, ditambah dengan kenaikan harga chip memori yang dipicu oleh permintaan tinggi dari sektor kecerdasan buatan.
Bagi pasar Indonesia, kenaikan ini berpotensi memperlebar kesenjangan akses terhadap konsol generasi terbaru. Saat ini, Xbox Series X|S sudah dijual dengan harga sekitar Rp6โ8 juta di tanah air. Dengan kenaikan hingga Rp2,4 juta, konsol ini bisa mendekati harga Rp10 juta, menjadikannya semakin eksklusif di tengah daya beli masyarakat yang masih tertekan. Pengamat teknologi dari Universitas Indonesia, Budi Santoso, menilai bahwa Microsoft perlu menyiapkan strategi khusus untuk pasar Asia Tenggara. โTanpa opsi pembayaran yang fleksibel, kenaikan ini bisa membuat Xbox kalah bersaing dengan PlayStation yang belum mengumumkan kenaikan harga serupa,โ ujarnya.
Untuk meredam dampak negatif, Microsoft memperkenalkan sejumlah skema pembayaran baru. Konsumen dapat memanfaatkan opsi cicilan tanpa bunga, program Buy Now Pay Later, serta diskon untuk konsol bekas bersertifikat yang dijual melalui mitra ritel. Selain itu, konsol refurbished bersertifikat juga tersedia langsung di Microsoft Store dengan harga lebih miring. Langkah ini diharapkan dapat menjaga basis pelanggan setia Xbox di tengah tekanan harga.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Sony akan mengikuti jejak Microsoft. Jika iya, industri konsol game global akan menghadapi era baru di mana harga menjadi penghalang utama adopsi. Namun, jika Sony bertahan, Microsoft berisiko kehilangan pangsa pasar yang sudah susah payah dibangun. Satu hal yang pasti: gamer di Indonesia harus mulai menabung lebih banyak jika ingin tetap setia pada ekosistem Xbox.



