Penjualan PS5 dan Xbox di AS Anjlok, Harga Konsol Makin Tak Terjangkau
Baca dalam 60 detik
- Penjualan PS5 di Amerika Serikat pada Mei 2026 turun 58% year-on-year, level terendah sejak tahun 2000.
- Xbox Series juga mencatat penurunan 12% dan menjadi Mei terburuk dalam sejarah konsol Xbox.
- Kenaikan harga komponen seperti memori dan penyimpanan disebut sebagai biang keladi, dengan Microsoft memprediksi harga akan berlipat ganda lagi pada 2027.

Penjualan konsol generasi terbaru di Amerika Serikat mengalami pukulan telak. Laporan terbaru Circana untuk Mei 2026 menunjukkan penjualan PS5 ambruk 58% dibanding periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi catatan Mei terburuk bagi konsol Sony sejak tahun 2000. Sementara itu, penjualan Xbox Series turun 12% dan menorehkan Mei paling suram dalam sejarah lini produk Xbox.
Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari gejolak harga yang terus membebani konsumen. Rata-rata harga konsol baru di AS pada Mei 2026 mencapai 502 dolar AS, naik 14% dari 440 dolar AS setahun sebelumnya. PS5 kini dibanderol rata-rata 672 dolar ASโmelonjak 33% year-on-yearโsedangkan Xbox Series X naik 22% menjadi 524 dolar AS. Kenaikan ini memicu perdebatan mengenai daya beli gamer di tengah tekanan inflasi global.
Yang lebih mengkhawatirkan, Microsoft secara terbuka mengakui bahwa biaya komponen seperti memori dan penyimpanan telah naik lebih dari dua kali lipat. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengungkapkan bahwa harga komponen tersebut diperkirakan akan kembali berlipat ganda pada musim gugur 2027. Situasi ini berpotensi memperpanjang siklus penurunan penjualan konsol, terutama jika produsen tidak mampu menekan biaya produksi.
Mat Piscatella, direktur senior Circana, melalui akun Bluesky-nya menyoroti bahwa data ini mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin selektif dalam membelanjakan uang. โKenaikan harga yang signifikan membuat konsumen menunda pembelian atau beralih ke platform lain seperti PC dan layanan cloud gaming,โ ujarnya. Tren ini juga terlihat di Indonesia, di mana harga PS5 dan Xbox Series yang melambung tinggi membuat banyak gamer memilih bertahan dengan konsol generasi sebelumnya atau beralih ke game mobile.
Bagi pasar Indonesia, anjloknya penjualan di AS bisa menjadi sinyal awal bahwa pasar konsol global sedang memasuki fase koreksi. Distributor lokal biasanya mengikuti pola harga global, sehingga potensi kenaikan harga di Tanah Air patut diwaspadai. Di sisi lain, fenomena ini bisa mendorong produsen untuk lebih agresif menawarkan diskon atau bundling menarik di pasar berkembang seperti Indonesia guna menjaga momentum penjualan.
Pertanyaan besarnya kini: akankah Sony dan Microsoft mampu membalikkan tren ini dengan strategi harga yang lebih kompetitif, atau justru akan semakin mengandalkan layanan berlangganan dan game digital sebagai sumber pendapatan utama? Jawabannya mungkin akan terlihat dalam beberapa kuartal mendatang, terutama saat musim liburan akhir tahun tiba.



