Nintendo Naikkan Gaji Pokok Karyawan 10%, Sinyal Positif di Tengah Badai PHK Industri Game
Baca dalam 60 detik
- Nintendo mengumumkan kenaikan gaji pokok 10% untuk seluruh karyawan, dipimpin Presiden Shuntaro Furukawa.
- Kebijakan ini kontras dengan tren PHK massal di industri game global, menegaskan strategi retensi talenta.
- Langkah Nintendo bisa menjadi tolok ukur bagi perusahaan game di Indonesia untuk menstabilkan tenaga kerja.

Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda industri video game global, Nintendo justru mengambil langkah sebaliknya: menaikkan gaji pokok karyawannya sebesar 10%. Keputusan yang diumumkan langsung oleh Presiden Shuntaro Furukawa ini menjadi angin segar sekaligus sinyal bahwa stabilitas tenaga kerja masih bisa dijaga meski tekanan pasar semakin berat.
Furukawa, dalam sesi tanya jawab dengan pemegang saham yang kemudian ditranskrip oleh jurnalis di platform X, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga kompensasi sesuai standar industri. โKami mempertahankan gaji pada level yang tepat. Menaikkan gaji pokok 10% adalah bagian dari upaya memastikan kesejahteraan karyawan,โ ujarnya. Langkah ini dinilai sebagai strategi jangka panjang untuk mempertahankan talenta kunci di tengah persaingan ketat perekrutan tenaga ahli.
Kebijakan Nintendo ini kontras dengan realitas pahit yang dihadapi banyak pengembang game besar. Sepanjang 2024 hingga 2026, perusahaan seperti Microsoft, Sony, dan Electronic Arts telah melakukan PHK ribuan karyawan, bahkan menutup sejumlah studio. Industri game memang tengah mengalami koreksi pasca-ledakan permintaan era pandemi, namun Nintendo memilih jalur berbeda dengan memperkuat fondasi sumber daya manusia.
Bagi Indonesia, langkah Nintendo memberikan pelajaran berharga. Industri game dalam negeri, yang mulai tumbuh dengan kehadiran studio lokal dan investasi asing, kerap menghadapi masalah retensi talenta akibat gaji yang tidak kompetitif. Keputusan Nintendo menunjukkan bahwa investasi pada kesejahteraan karyawan bisa menjadi pembeda dalam mempertahankan kreativitas dan inovasi. Jika perusahaan game Indonesia ingin bersaing di kancah global, mereka perlu mempertimbangkan kebijakan serupa, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang meningkat.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah kebijakan ini akan diikuti oleh pemain industri lainnya. Nintendo, dengan posisi keuangan yang solid berkat kesuksesan Switch dan waralaba ikonik, memang memiliki ruang gerak lebih lebar. Namun, langkah ini setidaknya membuktikan bahwa PHK bukanlah satu-satunya jalan untuk efisiensi. Bagi para pekerja game di Indonesia, kabar ini bisa menjadi harapan bahwa masa depan industri tidak selalu suram.



