15 Studio Ubisoft Dikerahkan untuk Remake Assassin's Creed Black Flag, Rilis 2026
Baca dalam 60 detik
- Ubisoft mengerahkan 15 studio global untuk menggarap remake Assassin's Creed IV: Black Flag, dengan studio Singapura sebagai pemimpin.
- Proyek ini mengindikasikan strategi Ubisoft untuk memaksimalkan sumber daya internal demi menghidupkan kembali waralaba klasik.
- Jadwal rilis 9 Juli 2026 menandai kembalinya seri bajak laut ke konsol modern dan PC, menarik bagi penggemar lama dan baru.

Ubisoft mengerahkan 15 studio miliknya dari berbagai penjuru dunia untuk menggarap Assassin's Creed Black Flag Resynced, sebuah remake dari seri keempat yang legendaris. Langkah ini menjadi salah satu proyek paling ambisius perusahaan Prancis tersebut dalam menghidupkan kembali salah satu judul favorit penggemar.
Menurut laporan Insider Gaming, studio-studio yang terlibat mencakup Singapura sebagai studio utama (lead studio), serta Barcelona, Belgrade, Bordeaux, Bucharest, Chengdu, Da Nang, India, Kyiv, Montpellier, Montreal, Filipina, Shanghai, Sofia, dan Quebec City. Distribusi geografis yang luas ini mencerminkan skala produksi yang masif, sekaligus menunjukkan bagaimana Ubisoft memanfaatkan jaringan globalnya untuk mengelola beban kerja pengembangan.
Keputusan untuk meremake Assassin's Creed IV: Black Flag bukan tanpa alasan. Seri yang dirilis pada 2013 itu dikenal luas karena tema bajak lautnya yang ikonik, eksplorasi laut lepas, serta lagu shanty yang melekat di hati pemain. Dengan teknologi generasi terbaru, Ubisoft berpeluang menyajikan visual yang lebih memukau, mekanisme berlayar yang lebih halus, dan dunia terbuka yang lebih hidup.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menarik. Pasar game Tanah Air termasuk salah satu yang paling aktif di Asia Tenggara, dengan basis pemain Assassin's Creed yang cukup besar. Kehadiran studio Chengdu dan Shanghai dalam daftar pengembang juga menandakan peran penting kawasan Asia dalam rantai produksi Ubisoft, yang secara tidak langsung dapat memperkuat dukungan terhadap pasar regional termasuk Indonesia.
Meski demikian, proyek semegah ini juga menyimpan tantangan. Koordinasi antar 15 studio yang tersebar di berbagai zona waktu memerlukan manajemen yang ketat agar visi game tetap konsisten. Ubisoft sendiri pernah menuai kritik karena beberapa judul sebelumnya dirilis dalam kondisi kurang matang akibat beban pengembangan yang tidak merata.
Dengan tanggal rilis yang sudah ditetapkan pada 9 Juli 2026, para penggemar masih harus menanti sekitar satu tahun lagi. Pertanyaan besarnya: apakah Black Flag Resynced akan mampu menangkap kembali keajaiban versi aslinya, atau justru menjadi pengingat bahwa tidak semua remake layak untuk dibuat?



