Koeman Waspadai Maroko: Belanda Tak Anggap Remeh Lawan di 32 Besar
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Belanda Ronald Koeman menegaskan timnya tidak akan meremehkan Maroko meski lolos sebagai juara grup dengan raihan tujuh poin dan sepuluh gol.
- Koeman menyoroti perlunya perbaikan pertahanan setelah gawang Belanda kebobolan dalam tujuh pertandingan beruntun, termasuk tiga laga fase grup.
- Laga melawan Maroko pada Senin di Monterrey, Meksiko, akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Belanda untuk membuktikan ambisi melaju jauh di turnamen.

Pelatih tim nasional Belanda, Ronald Koeman, menolak bersikap euforia meski timnya memuncaki Grup F Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 3-1 atas Tunisia di Kansas City, Kamis (25/6) waktu setempat. Ia justru mewanti-wanti bahwa Maroko, lawan di babak 32 besar, bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Belanda mengakhiri fase grup dengan tujuh poin dan produktivitas sepuluh gol, catatan impresif yang membuat mereka diunggulkan melawan Maroko. Namun, Koeman menegaskan bahwa status favorit tidak otomatis menjamin kemenangan. "Saya tidak yakin kami adalah favorit dalam pertandingan melawan Maroko. Mereka tim bagus dengan kualitas tinggi dan mudah mencetak gol," ujarnya dalam konferensi pers seusai laga.
Koeman dengan tegas mengalihkan fokus dari kemungkinan lawan di babak selanjutnya. Ia menilai skuadnya belum pantas memikirkan pertandingan setelah Maroko. "Kami belum sampai pada situasi untuk memikirkan itu. Kami sedang menuju ujian sesungguhnya, dan itulah yang akan kami persiapkan," kata pelatih berusia 63 tahun itu.
Meski lini depan tajam, Koeman mengakui ada pekerjaan rumah di sektor pertahanan. Belanda telah kebobolan dalam tujuh pertandingan beruntun, sebuah tren yang ingin segera diperbaikinya. "Kami memang memperhatikan hal itu. Satu atau dua pemain tidak berada di posisi yang tepat, pemain lawan tidak dihadang, dan itulah yang akan kami diskusikan dengan para pemain," jelasnya. Namun, ia juga menekankan bahwa kebobolan adalah bagian dari permainan dan serangan timnya tetap menjadi senjata utama.
Koeman mengidentifikasi kekompakan tim dan transisi yang lebih tajam sebagai area yang perlu ditingkatkan. "Kecepatan, posisi, menciptakan lebih banyak peluang, mendapatkan lebih banyak pemain di antara garis, dan tanpa bola kami harus lebih kompak. Kami perlu bertransisi lebih cepat, baik mundur maupun maju, bersama-sama. Masih ada ruang untuk perbaikan," paparnya.
Belanda akan bertahan di base camp Kansas City hingga Minggu sebelum terbang ke Meksiko. Cuaca panas di Monterrey menjadi tantangan tersendiri, tetapi Koeman menyambutnya dengan optimisme. "Tidak masalah bagi saya. Ini negara sepak bola. Menarik. Akan panas. Kami akan mempersiapkan diri dengan sangat baik," katanya.
Dukungan suporter Belanda yang memenuhi Stadion Kansas City dengan warna oranye juga mendapat pujian dari Koeman. "Begitu banyak kaus oranye dan nyanyian yang terdengar. Itu memberi perasaan fantastis saat memasuki stadion," ujarnya. Namun, perhatiannya kini sepenuhnya tertuju pada Maroko dan realitas keras sepak bola gugur. "Kami akan bermain baik dan memenangkan pertandingan, karena jika kalah Anda pulang, jika menang Anda tetap di turnamen. Dan tentu saja kami ingin melaju jauh," tegas Koeman.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga Belanda vs Maroko menarik untuk disimak mengingat Maroko dihuni sejumlah pemain keturunan diaspora yang kerap menjadi inspirasi bagi pemain naturalisasi di Asia Tenggara. Pertandingan ini juga menjadi ujian seberapa jauh Belanda mampu bersaing di turnamen yang dihelat di Amerika Utara tersebut.



