Ricky Gervais Pensiun dari Panggung Penghargaan: 'Terlalu Tua' dan 'Merusak Natal'
Baca dalam 60 detik
- Komika legendaris asal Inggris, Ricky Gervais, menegaskan tak akan lagi memandu ajang penghargaan Hollywood, terutama Golden Globes, karena alasan usia dan persiapan yang mengganggu liburan Natal.
- Pengalaman memandu lima kali Golden Globes membuatnya menyebut acara tersebut sebagai momen paling menegangkan dalam kariernya, bahkan ia mengibaratkannya seperti tendangan penalti yang harus tepat sasaran.
- Sikap Gervais ini memicu diskusi tentang regenerasi pembawa acara penghargaan bergengsi, sementara Conan O'Brien justru sukses memandu Oscars 2026 dengan gaya satire yang tajam.

Ricky Gervais, komedian berusia 65 tahun yang dikenal lewat serial The Office, memutuskan untuk menutup babak sebagai pembawa acara ajang penghargaan Hollywood. Ia mengaku sudah tidak sanggup lagi menanggung beban tekanan yang menyertai peran tersebut, terutama untuk Golden Globes yang selalu digelar pada Januari. Baginya, persiapan yang memakan waktu berbulan-bulan justru merusak suasana Natal yang seharusnya dinikmati bersama keluarga.
Keputusan ini bukan sekadar iseng. Gervais telah memandu Golden Globes sebanyak lima kali, yaitu pada 2010, 2011, 2012, 2016, dan 2020. Dalam wawancara dengan The Times, ia mengungkapkan bahwa tekanan untuk tampil sempurna di hadapan para selebritas papan atas membuatnya enggan mengulang pengalaman tersebut. "Saya pikir saya sudah terlalu tua untuk menanggung tekanan sekarang. Terutama acara seperti Golden Globes di bulan Januari. Itu merusak Natal. Tapi tidak pernah bilang tidak," ujarnya.
Selama kariernya, Gervais dikenal dengan gaya humornya yang sering kali menusuk dan tidak pandang bulu. Ia kerap melontarkan sindiran tajam kepada para bintang Hollywood yang hadir. Namun, di balik keberaniannya tersebut, ia mengaku bahwa memandu acara penghargaan adalah hal paling menegangkan yang pernah ia lakukan. Dalam kesempatan lain, ia pernah membandingkannya dengan situasi tendangan penalti dalam sepak bola: "Ini seperti mengambil penalti. Saya harus mencetak gol. Yang saya pedulikan hanyalah melontarkan lelucon dengan baik. Saya tidak peduli apa yang mereka pikirkan. Saya tidak peduli jika saya dibenci. Saya hanya harus melontarkan lelucon itu dengan baik."
Selain Golden Globes, Gervais juga menegaskan tidak akan pernah menerima tawaran untuk memandu Oscars, ajang paling prestisius di industri film. Ketika seorang penggemar di media sosial mengusulkan dirinya menjadi pembawa acara Oscars 2026, ia hanya merespons dengan emoji tertawa sambil menuliskan kalimat singkat yang bernada menolak. Sikap ini menunjukkan betapa seriusnya ia meninggalkan dunia tersebut, meskipun ia masih aktif di dunia hiburan melalui berbagai proyek lain.
Di sisi lain, Oscars 2026 yang baru saja berlangsung justru dimandu oleh Conan O'Brien untuk tahun kedua berturut-turut. O'Brien berhasil membawakan acara dengan gaya satire yang khas, termasuk melontarkan sindiran tentang kontroversi balet dan opera yang melibatkan aktor Timothee Chalamet. Dalam monolog pembukanya, ia bercanda tentang keamanan yang ketat karena adanya kekhawatiran serangan dari komunitas balet dan opera, yang kemudian disambut tawa oleh Chalamet dan kekasihnya, Kylie Jenner. O'Brien juga mengingatkan bahwa malam itu bisa menjadi ajang yang politis, dengan gurauan tentang alternatif Oscars yang dibawakan oleh Kid Rock di sebuah restoran keluarga.
Keputusan Gervais untuk pensiun dari panggung penghargaan membuka ruang bagi generasi baru pembawa acara. Di Indonesia, fenomena ini menarik untuk dicermati, mengingat industri hiburan Tanah Air juga kerap menggelar ajang penghargaan tahunan seperti Indonesian Movie Actors Awards atau Anugerah Musik Indonesia. Para pembawa acara lokal tentu menghadapi tantangan serupa: bagaimana menjaga keseimbangan antara humor yang tajam dan rasa hormat kepada para tamu undangan. Tekanan untuk tampil sempurna di hadapan publik dan rekan sejawat bisa menjadi beban psikologis yang tidak ringan, sebagaimana yang dialami Gervais.
Ke depan, pertanyaannya adalah siapa yang akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Gervais di kancah internasional? Apakah akan ada komedian lain yang berani mengambil risiko dan tampil dengan gaya yang sama beraninya? Atau justru tren pembawa acara yang lebih bersahabat dan tidak kontroversial akan semakin mendominasi? Yang jelas, dunia hiburan selalu membutuhkan sosok yang mampu menghibur sekaligus menantang status quo, meskipun harus membayar mahal dengan ketenangan pribadi.



