Setelah Diomande, Nottingham Forest Bidik Arne Engels sebagai Pengganti Elliot Anderson
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest dikabarkan akan mengajukan tawaran baru untuk gelandang Celtic, Arne Engels, setelah kehilangan Elliot Anderson ke Manchester City.
- Engels, yang berusia 22 tahun, menunjukkan statistik menjanjikan di Liga Skotlandia, dengan akurasi umpan 84% dan 1,9 peluang per pertandingan.
- Celtic dilaporkan mematok harga minimal ยฃ25 juta, sementara Forest juga harus bersaing dengan West Ham United yang tertarik.

Nottingham Forest belum berhenti berbelanja di bursa transfer musim panas ini. Setelah nyaris mengamankan bek tengah incaran utama, Ousmane Diomande, dari Sporting CP dengan nilai kesepakatan ยฃ34 juta, klub asal Midlands Timur itu kini mengalihkan fokus ke lini tengah. Manajer Oliver Glasner dikabarkan tengah menyiapkan langkah untuk mendatangkan gelandang Celtic, Arne Engels, sebagai pengganti jangka panjang Elliot Anderson yang hengkang ke Manchester City.
Kepergian Anderson ke juara bertahan Premier League itu memang sudah menjadi rahasia umum. Pemain berusia 23 tahun tersebut resmi bergabung dengan The Citizens dengan nilai transfer fantastis, dilaporkan mencapai ยฃ116 juta. Dana segar dari penjualan tersebut memberi Glasner amunisi besar untuk memperkuat skuadnya. Sebelumnya, ia sudah memboyong rekan senegaranya, Xaver Schlager, yang pernah bekerja sama dengannya di Wolfsburg. Kini, kebutuhan akan kreator permainan di lini tengah menjadi prioritas, terutama untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Anderson.
Nama Arne Engels sebenarnya bukan wajah baru di radar Forest. Pada Januari lalu, klub sempat mengajukan tiga tawaran untuk pemain internasional Belgia itu, namun gagal mencapai kata sepakat. Kini, menurut laporan Football Insider, Forest kembali berniat mengajukan penawaran. Celtic dikabarkan bersedia melepas pemain berusia 22 tahun tersebut, tetapi mematok harga minimal ยฃ25 juta. Ketertarikan ini juga diiringi oleh West Ham United yang baru saja turun kasta, sehingga persaingan dipastikan ketat.
Secara statistik, Engels dinilai memiliki profil yang mirip dengan Anderson. Pada musim lalu, ia mencatatkan akurasi umpan mencapai 84% dan menciptakan 1,9 peluang per 90 menit. Angka tersebut hampir setara dengan kontribusi Anderson sebelum pindah. Lebih mengesankan lagi, kemampuan Engels dalam menciptakan peluang menempatkannya di peringkat 12% terbaik di antara gelandang Eropa. Tanpa bola pun ia tidak kalah impresif, dengan rata-rata 1,4 tekel sukses per laga dan hanya 12 kali bisa dilewati lawan dalam 30 penampilan liga.
Meski demikian, lompatan dari Scottish Premiership ke Premier League bukan perkara mudah. Banyak pemain yang sukses di Skotlandia justru kesulitan beradaptasi di Inggris. Namun, gaya bermain Engels yang tenang dalam menguasai bola dan visi bermainnya dianggap cocok dengan skema 3-4-2-1 yang diusung Glasner. Ia bisa menjadi penghubung antara lini belakang dan depan, sekaligus memberikan ketenangan saat membangun serangan.
Kabar ini tentu menarik perhatian pengamat sepak bola Indonesia, mengingat banyaknya penggemar Premier League di tanah air. Jika transfer ini terwujud, Engels akan menjadi tambahan menarik bagi Forest yang musim lalu tampil mengejutkan. Namun, masih ada pertanyaan besar: apakah ia mampu langsung tampil konsisten di liga paling kompetitif di dunia? Atau justru akan menjadi investasi jangka panjang yang butuh waktu beradaptasi? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi langkah Forest menunjukkan ambisi mereka untuk tidak hanya bertahan, melainkan bersaing di papan atas.



