Sunderland Bidik Josh Doig: Solusi Kreativitas di Sisi Kiri untuk Gebrak Premier League
Baca dalam 60 detik
- Sunderland mengincar bek kiri Sassuolo, Josh Doig, untuk menambah daya serang setelah lini pertahanan mereka dinilai kurang produktif.
- Doig unggul dalam menciptakan peluang dan akurasi umpan silang dibanding Reinildo, yang menjadi pilihan utama musim lalu.
- Persaingan dengan Marseille dan Olympiacos membuat Sunderland harus bergerak cepat sebelum jendela transfer ditutup.

Jendela transfer musim panas belum ditutup, namun Sunderland baru satu kali bergerak. Kedatangan Thomas Meunier dari Lille sebagai pelapis kanan belum cukup menjawab kebutuhan skuad asuhan Regis Le Bris, terutama setelah tim lolos ke Liga Europa dan jadwal padat menanti. Kini, klub asal Wearside itu dikabarkan mengincar bek kiri Sassuolo, Josh Doig, untuk menambah daya gedor dari sisi pertahanan.
Musim lalu, Sunderland hanya mencetak 42 gol dalam 38 laga Premier League—jumlah terendah di antara 14 tim papan atas. Ketajaman yang minim ini menjadi pekerjaan rumah utama Le Bris. Salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah merekrut bek kiri yang mampu memberikan kontribusi ofensif lebih besar, mengingat Reinildo, pilihan utama di posisi tersebut, lebih dikenal sebagai bek bertahan yang solid ketimbang kreator serangan.
Reinildo, yang datang gratis dari Atletico Madrid, memenangkan 55% duel darat dan udara, tetapi kontribusinya dalam menciptakan peluang sangat minim. Kepergian Dennis Cirkin pada awal Juli juga meninggalkan lubang di sisi kiri. Oleh karena itu, kehadiran pemain seperti Doig yang memiliki naluri menyerang dianggap bisa menjadi jawaban untuk menambah variasi permainan.
Menurut laporan Daily Record, Sunderland termasuk salah satu klub yang memantau Doig. Pemain internasional Skotlandia berusia 24 tahun itu direkrut Sassuolo dengan nilai transfer £5 juta pada 2024. Namun, Sunderland tidak sendiri: Marseille dan Olympiacos juga dikabarkan tertarik, sehingga persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya diprediksi ketat.
Doig bukan sekadar bek sayap yang suka menyerang. Statistiknya di Serie A musim lalu menunjukkan ia menciptakan peluang lebih dari dua kali lipat per laga dibanding Reinildo, dengan akurasi umpan silang yang juga dua kali lebih baik. Ia bahkan mencatatkan empat peluang emas dan 34% akurasi umpan silang, angka yang jauh lebih baik untuk kualitas umpan dari sisi kiri.
Di sisi pertahanan, Doig juga tidak kalah tangguh. Pada musim 2024/25 di Serie B, ia memenangkan 52% duel darat dan 56% duel udara, membantu Sassuolo promosi ke Serie A. Kombinasi kemampuan bertahan dan menyerang inilah yang membuatnya dianggap sebagai bek modern yang lengkap, sekaligus peningkatan instan dari Reinildo.
Bagi Sunderland, merekrut Doig bukan sekadar menambah opsi di lini belakang, tetapi juga investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas serangan. Dengan jadwal Liga Europa yang padat, rotasi pemain menjadi krusial. Kehadiran pemain seperti Doig yang bisa diandalkan di kedua sisi lapangan akan memberi Le Bris fleksibilitas taktis yang lebih besar.
Namun, Sunderland harus bergerak cepat. Persaingan dengan Marseille dan Olympiacos bisa membuat harga Doig melambung. Pertanyaannya, apakah manajemen Sunderland berani mengeluarkan dana lebih untuk mengamankan tanda tangan pemain yang bisa menjadi kunci kebangkitan tim di Premier League musim ini? Jika tidak, peluang untuk bersaing di papan atas bisa kembali sirna.



