Rayakan Gol dengan Lompatan, Bek Brasil Ini Justru Terjun ke Lubang dan Cedera
Baca dalam 60 detik
- Bek Coritiba, Jacy Maranhao, mengalami cedera pergelangan kaki setelah melompati papan iklan dan jatuh ke lorong menuju ruang ganti tim tamu saat merayakan gol.
- Gol yang dicetaknya pada menit ke-41 sempat membuat Coritiba unggul, namun dianulir VAR dan ia harus ditarik keluar pada babak kedua.
- Insiden di Stadion Couto Pereira ini bukan yang pertama; pada 2014, penyerang Joel juga mengalami nasib serupa di tempat yang sama.

Seorang bek asal Brasil harus menanggung malu sekaligus cedera setelah selebrasi golnya berakhir dengan cara yang tidak terduga. Jacy Maranhao, pemain bertahan Coritiba, jatuh ke dalam lubang di balik papan iklan saat merayakan gol semasa melawan Chapecoense dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Brasil, akhir pekan lalu.
Maranhao, 29 tahun, berhasil mencetak gol sundulan pada menit ke-41 yang membuat timnya unggul 1-0. Namun, euforia itu berubah menjadi petaka ketika ia berlari ke arah suporter dan mencoba melompati pembatas iklan. Alih-alih mendarat dengan selamat, ia justru menghilang ke dalam lorong yang ternyata mengarah ke ruang ganti tim tamu. Ia sempat berusaha memanjat keluar, tetapi pergelangan kakinya terkilir akibat insiden tersebut.
Kekonyolan ini bertambah parah karena gol yang ia cetak kemudian dianulir oleh Video Assistant Referee (VAR). Meski demikian, Coritiba tetap memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Maranhao sendiri harus ditarik keluar pada awal babak kedua karena cedera yang ia derita.
"Saya memutar kaki saya di sana. Sedikit sakit, tapi saya baik-baik saja," ujar Maranhao seperti dikutip media lokal. Ia mengaku terbawa suasana karena jarang mencetak gol. "Bek tengah jarang mencetak gol. Jadi ketika Anda mencetak gol... saya hanya terbawa perasaan," tambahnya.
Insiden ini bukan yang pertama terjadi di Stadion Couto Pereira, markas Coritiba. Pada 2014, penyerang asal Kamerun, Joel, juga mengalami nasib serupa ketika melompati pembatas dan jatuh ke lorong yang sama dalam kemenangan 3-1 Coritiba atas Sao Paulo. Kejadian berulang ini memunculkan pertanyaan tentang desain stadion yang kurang memperhatikan keselamatan pemain, terutama di area dekat papan iklan.
Bagi pengamat sepak bola, kejadian ini menjadi pengingat bahwa selebrasi yang berlebihan bisa berujung pada risiko yang tidak perlu. Meski terlihat spektakuler, lompatan melewati papan iklan sering kali membawa bahaya tersembunyi, seperti lubang, kabel, atau area yang tidak terlihat. Di Indonesia, beberapa stadion juga memiliki desain serupa dengan lorong di belakang papan iklan, sehingga pemain lokal perlu lebih berhati-hati saat merayakan gol di dekat area tersebut.
Maranhao beruntung cederanya tidak parah. Ia diperkirakan akan segera pulih dan kembali memperkuat Coritiba dalam beberapa pekan ke depan. Namun, insiden ini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial Brasil, dengan banyak netizen yang menyoroti sisi konyol sekaligus memprihatinkan dari kejadian tersebut. Apakah klub-klub Brasil akan mulai mengevaluasi desain stadion mereka untuk mencegah kejadian serupa terulang? Atau justru pemain yang harus lebih bijak dalam mengekspresikan kegembiraan? Yang jelas, selebrasi gol yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Maranhao.



