Rotasi Besar Polri: Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya Diganti, Dua Jenderal Pensiun
Baca dalam 60 detik
- Kapolri merotasi sejumlah perwira tinggi, termasuk Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya yang memasuki masa pensiun.
- Mutasi ini merupakan bagian dari pembinaan karier dan evaluasi kinerja, dengan penempatan sejumlah perwira baru di posisi strategis.
- Pergantian kepemimpinan di dua wilayah rawan diharapkan meningkatkan efektivitas pelayanan dan keamanan masyarakat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan perombakan besar di jajaran Korps Bhayangkara. Dua kepala kepolisian daerah (kapolda) dan sejumlah wakapolda diganti dalam mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram nomor ST/1335/VI/KEP./2026. Langkah ini menandai penyegaran organisasi sekaligus persiapan regenerasi di tubuh institusi.
Dalam mutasi kali ini, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah dan Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Gatot Haribowo dimutasi ke posisi staf khusus (Pati) di polda masing-masing dalam rangka memasuki masa pensiun. Posisi Kapolda Aceh akan diisi oleh Brigjen Ruddi Setiawan, yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri. Sementara itu, jabatan Kapolda Papua Barat Daya diserahkan kepada Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru, yang sebelumnya menjabat Kepala Diklat Spesialisasi dan Jatrans (Kadiklatsusjatrans) Lemdiklat Polri.
Tak hanya di tingkat kapolda, mutasi juga menyasar sejumlah wakapolda. Brigjen Hendra Wirawan yang sebelumnya menjabat Wakapolda Banten dipindahkan ke posisi Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar) SSDM Polri. Posisi Wakapolda Banten kemudian diisi oleh Kombes Iwan Saktiadi, yang sebelumnya menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur. Di Maluku, Wakapolda Brigjen Imam Thobroni dimutasi menjadi Widyaswara Kepolisian Utama Tk. II di Sespim Lemdiklat Polri, digantikan oleh Brigjen Arif Budiman yang sebelumnya menjabat di posisi yang sama—sebuah pertukaran jabatan. Sementara itu, Wakapolda Papua Barat Daya Brigjen Semmy Ronny Thabaa juga dimutasi ke posisi Widyaswara, digantikan oleh Kombes Fernando Sanches Napitupulu yang sebelumnya menjabat Irwasda Polda Papua Barat Daya.
Juru Bicara Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas. “Kebijakan ini didasarkan pada kebutuhan organisasi, sistem merit, dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (26/6). Ia menambahkan bahwa seluruh personel yang mendapat amanah baru diharapkan segera beradaptasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat.
Rotasi ini menjadi perhatian karena dua wilayah yang mengalami pergantian—Aceh dan Papua Barat Daya—memiliki tantangan keamanan yang khas. Aceh, dengan sejarah konflik dan penerapan syariat Islam, membutuhkan pendekatan kepolisian yang adaptif. Sementara Papua Barat Daya merupakan daerah rawan konflik horizontal dan separatisme. Penempatan perwira baru diharapkan membawa strategi baru dalam menjaga stabilitas dan mendekatkan polisi dengan masyarakat. Ke depan, publik akan mengamati apakah mutasi ini mampu menjawab ekspektasi peningkatan kinerja dan kepercayaan publik terhadap Polri.



