Jokowi Awali Kunjungan ke Lampung dengan Menghadiri Rakorda PSI
Baca dalam 60 detik
- Presiden ke-7 Joko Widodo memulai lawatan tiga hari ke Lampung dengan agenda menghadiri Rapat Koordinasi Daerah PSI di Mesuji.
- Selain agenda partai, Jokowi dijadwalkan bertemu tokoh adat, mengunjungi UMKM, dan menghadiri acara budaya serta keagamaan.
- Kunjungan ini menandai aktivitas politik Jokowi pasca-kepresidenan yang tetap intensif di daerah.

Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bertolak dari Solo menuju Lampung, Jumat (26/6), untuk memulai rangkaian kunjungan kerja selama tiga hari. Agenda pertama yang dijadwalkan adalah menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Kabupaten Mesuji.
Ketua DPP PSI Bestari Barus membenarkan kedatangan Jokowi. "Hadiri Rakorda DPD PSI Mesuji," ujarnya saat dikonfirmasi. Bestari menambahkan bahwa para kader PSI telah bersiap menyambut Jokowi di bandara. Ia juga membagikan foto Jokowi yang mengenakan pakaian dan topi bermerek PSI, yang dinilainya "super keren".
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di hari pertama, Jokowi juga dijadwalkan menghadiri Rakorda PSI di Tulang Bawang serta Kirab Pawai Budaya Karnaval Gajah. Hari kedua, ia akan bertemu dengan tokoh adat Lampung, mengunjungi Museum Transmigrasi dan Desa Bagelen, serta menyambangi UMKM di Maliosewu. Acara ditutup dengan pertemuan relawan dan kunjungan ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri pada Minggu (28/6).
Pasca menjabat presiden, Jokowi tetap aktif dalam kegiatan politik dan kemasyarakatan. Kehadirannya di Rakorda PSI menunjukkan kedekatannya dengan partai yang didirikan oleh putra bungsunya, Kaesang Pangarep. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi menjaga pengaruh politik di daerah, khususnya di Lampung yang merupakan salah satu basis pendukungnya.
Kunjungan ini juga menyoroti peran Jokowi dalam mendorong sektor UMKM dan pariwisata budaya. Dengan mengunjungi pelaku usaha kecil serta mengikuti kirab budaya, ia kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Pertemuan dengan tokoh adat dan pesantren pun menjadi sinyal bahwa ia masih merawat jejaring tradisional yang dibangun selama masa kepemimpinannya.
Ke depan, rangkaian kegiatan Jokowi di Lampung akan menjadi indikator seberapa besar pengaruh politiknya pasca-kepresidenan. Apakah ia akan terus menjadi figur sentral dalam kontestasi politik nasional, atau justru mulai mengurangi intensitas penampilan publik? Jawabannya mungkin terlihat dari respons masyarakat dan elite politik terhadap setiap langkahnya.



