Klaim Video Viral Bahlil Umumkan Pertamax Rp10.500 Per Liter Hoaks, Ini Fakta Sebenarnya
Baca dalam 60 detik
- Unggahan Facebook yang mengklaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penurunan harga Pertamax menjadi Rp10.500 per liter adalah hoaks.
- Dalam video asli di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Bahlil menyatakan harga BBM nonsubsidi mengikuti pasar dan BBM subsidi tidak berubah.
- PT Pertamina Patra Niaga belum mengeluarkan pengumuman resmi soal harga BBM terbaru hingga saat ini.

Klaim bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penurunan harga Pertamax menjadi Rp10.500 per liter yang viral di media sosial adalah tidak benar. Unggahan di Facebook yang menyebarkan informasi tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks oleh pihak berwenang.
Berdasarkan penelusuran terhadap unggahan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada 11 Juni 2026, Bahlil tidak menyampaikan pernyataan mengenai penurunan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Dalam video tersebut, ia justru menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax ditentukan oleh mekanisme pasar. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite dipastikan tetap tidak berubah. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi perekonomian nasional.
Hoaks ini muncul di tengah keresahan masyarakat terhadap fluktuasi harga energi global. Banyak pihak yang berharap adanya penurunan harga BBM di dalam negeri, terutama setelah tren penurunan harga minyak mentah dunia. Namun, pemerintah melalui Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan harga BBM nonsubsidi tetap mengacu pada harga pasar, sehingga perubahan harga tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa kajian.
Bagi konsumen di Indonesia, informasi palsu semacam ini berpotensi menimbulkan ekspektasi yang keliru dan memicu antrean di SPBU jika dipercaya. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi dari sumber resmi, seperti situs Kementerian ESDM atau Pertamina, sebelum menyebarkannya. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, dalam kesempatan terpisah, mengingatkan bahwa kebijakan harga BBM selalu diumumkan secara resmi dan transparan.
Ke depan, pemerintah masih akan mengevaluasi harga BBM secara berkala dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kondisi fiskal negara. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah ada ruang bagi penurunan harga Pertamax dalam waktu dekat, mengingat tekanan inflasi global belum sepenuhnya mereda. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.



