Bellingham dan Kane Bawa Inggris Puncaki Grup L, Kroasia Lolos Dramatis
Baca dalam 60 detik
- Inggris mengamankan posisi puncak Grup L setelah Jude Bellingham dan Harry Kane menjadi aktor kemenangan atas Panama.
- Kroasia merebut tiket runner-up lewat gol telat Nikola Vlasic, menggeser Ghana yang tetap lolos sebagai peringkat tiga terbaik.
- Harry Kane kini menjadi pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 11 gol, melewati catatan Gary Lineker.

Inggris memastikan diri sebagai juara Grup L Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Panama dengan performa gemilang yang digerakkan oleh Jude Bellingham dan Harry Kane. Di sisi lain, Kroasia merebut posisi kedua lewat kemenangan dramatis atas Ghana, berkat gol telat Nikola Vlasic yang membuat mereka lolos ke babak 32 besar.
Pertandingan di New York New Jersey Stadium, yang diguyur hujan deras, menjadi panggung bagi Bellingham untuk menunjukkan kelasnya. Gelandang Real Madrid itu membuka keunggulan pada menit ke-65 dengan tendangan kaki kiri yang memanfaatkan kemelut sepak pojok. Hanya berselang lima menit, ia kembali menjadi kreator dengan memberikan umpan silang yang disundul Kane menjadi gol. Bagi Kane, gol tersebut merupakan yang ke-11 dalam karier Piala Dunia-nya, menjadikannya pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah turnamen, menggeser rekor Gary Lineker.
Kemenangan ini menjawab tekanan yang sempat menghinggapi skuad asuhan Gareth Southgate setelah hasil imbang kontra Ghana. Selain memastikan puncak klasemen, Inggris juga menunjukkan konsistensi permainan jelang fase gugur. Bellingham, yang baru berusia 23 tahun, kini mencatatkan penampilan Piala Dunia terbanyak kedua untuk pemain seusianya, setara dengan Norman Whiteside dari Irlandia Utara, dan hanya kalah dari Michael Owen.
Sementara itu, Kroasia menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Setelah kalah di laga perdana dari Inggris, mereka bangkit dengan kemenangan atas Ghana. Petar Sucic membuka keunggulan pada babak pertama, namun Derrick Luckassen menyamakan kedudukan di babak kedua. Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Luka Modric, yang menjadi pemain tertua yang mencatatkan assist dalam sejarah Piala Dunia, memberikan umpan kepada Vlasic yang mencetak gol kemenangan pada menit ke-88. Hasil ini membuat Kroasia naik ke posisi kedua dengan 4 poin, unggul selisih gol atas Ghana yang tetap lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat tiga terbaik.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Bellingham dan Kane menjadi tontonan menarik, mengingat banyaknya penggemar Premier League di Tanah Air. Selain itu, keberhasilan Kroasia, yang kerap dianggap sebagai tim underdog, bisa menjadi inspirasi bagi tim-tim Asia termasuk Indonesia yang bermimpi tampil di Piala Dunia. Dengan lolosnya kedua tim, babak 32 besar dipastikan akan menyajikan duel-duel seru, termasuk pertandingan antara Afrika Selatan melawan Kanada yang dijadwalkan pada 28 Juni.
Pertanyaan kini mengemuka: mampukah Inggris mempertahankan performa ini hingga partai puncak? Atau justru Kroasia yang akan kembali menjadi kuda hitam seperti edisi 2018 dan 2022? Babak gugur akan menjadi jawabannya.



