Chris Evert Kembali Berjuang Melawan Kanker Ovarium, Absen dari Wimbledon 2026
Baca dalam 60 detik
- Legenda tenis Chris Evert kembali menjalani perawatan kanker ovarium setelah kambuh untuk kedua kalinya, memaksanya melewatkan Wimbledon 2026.
- Evert, yang telah dua kali dinyatakan bebas kanker, kini menjalani kemoterapi dan mundur sementara dari tugas komentator demi fokus pada kesembuhan.
- Kisah persahabatan dan rivalitasnya dengan Martina Navratilova, termasuk perjuangan melawan kanker, akan diangkat dalam film dokumenter Netflix yang rilis pekan ini.

Legenda tenis dunia, Chris Evert, dipastikan absen dari gelaran Wimbledon tahun ini setelah kembali harus menjalani perawatan akibat kanker ovarium yang kambuh untuk kedua kalinya. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh petenis berusia 71 tahun itu melalui akun media sosialnya pada Kamis (25/6), mengejutkan penggemar dan rekan-rekannya di dunia olahraga.
Evert, yang kini berprofesi sebagai komentator tenis, mengungkapkan bahwa ia telah menjalani operasi sebagai langkah awal pengobatan dan akan memulai kemoterapi dalam beberapa pekan ke depan. "Kanker ovarium memang tidak kenal menyerah, tapi saya akan tetap optimis dan bertekad melanjutkan pertarungan ini," tulis Evert dalam pernyataannya. Ia juga memutuskan untuk mundur sementara dari semua komitmen profesional, termasuk tidak menghadiri Wimbledon yang berlangsung pada 29 Juni hingga 12 Juli 2026.
Perjalanan Evert melawan kanker ovarium telah menjadi perhatian publik sejak diagnosis pertamanya pada 2021. Setelah menjalani perawatan, ia dinyatakan bebas kanker pada 2023, namun kanker kembali kambuh di tahun yang sama. Pada 2024, ia kembali mengumumkan kesembuhannya. Kini, kekambuhan kedua ini menjadi ujian baru bagi legenda tenis asal Amerika Serikat tersebut.
Kisah perjuangan Evert melawan kanker tak lepas dari sosok saingan sekaligus sahabatnya, Martina Navratilova. Keduanya sama-sama pernah berjuang melawan kanker—Navratilova didiagnosis kanker payudara dan tenggorokan pada 2023. Rivalitas dan persahabatan mereka, termasuk perjuangan melawan kanker, akan diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul "Chris and Martina: The Final Set" yang rencananya dirilis pada 26 Juni 2026.
Bagi publik Indonesia, kabar ini mengingatkan pada pentingnya deteksi dini dan perawatan kanker ovarium, yang merupakan salah satu kanker paling mematikan pada wanita. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker ovarium menempati urutan kedelapan sebagai penyebab kematian akibat kanker pada wanita. Di Indonesia, kesadaran akan gejala awal kanker ovarium masih rendah, sehingga banyak kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Keperkasaan Evert dalam menghadapi penyakit ini menjadi inspirasi tidak hanya bagi penggemar tenis, tetapi juga bagi para pejuang kanker di seluruh dunia. Dengan sikap optimis dan determinasi tinggi, ia menunjukkan bahwa pertarungan melawan kanker membutuhkan ketahanan mental yang kuat. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah: akankah Evert kembali ke dunia tenis setelah perawatan ini? Atau, akankah ia memilih untuk fokus pada kesehatan dan keluarganya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti, semangat juangnya tak akan pernah padam.



