Niemann Kokoh di Puncak LIV Golf New York, Rahm Kunci Gelar Musim Ketiga
Baca dalam 60 detik
- Joaquin Niemann memenangkan LIV Golf New York dengan total 16-under, unggul tiga pukulan dari Harold Varner III.
- Jon Rahm mengamankan gelar juara musim LIV Golf ketiga beruntun meski finis di posisi 41 turnamen kali ini.
- Musim LIV Golf akan ditutup dengan kejuaraan tim di Michigan pada 27-30 Agustus.

Joaquin Niemann tampil dominan sepanjang akhir pekan untuk merebut gelar LIV Golf New York, sementara Jon Rahm memastikan diri sebagai juara klasemen musim ketiga berturut-turut. Kemenangan ini menegaskan posisi Niemann sebagai pemain tersukses di LIV Golf dengan total sembilan gelar, empat lebih banyak dari pemain lain mana pun.
Pegolf asal Chili berusia 27 tahun itu menutup turnamen dengan skor 69 pada ronde final, atau dua-under par, sehingga total akumulasinya menjadi 16-under par setelah 72 hole di Trump National Bedminster, New Jersey. Keunggulan tiga pukulan atas Harold Varner III dari Amerika Serikat membuat Niemann tak hanya meraih kemenangan keduanya musim ini, tetapi juga memperpanjang rekor kemenangan LIV-nya menjadi sembilan. Usai pertandingan, ia sempat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump, momen yang jarang terjadi dalam karier profesionalnya.
"Semakin mereka menekan saya, semakin baik pegolf yang saya jadikan dari setiap pengalaman," ujar Niemann, merespons persaingan ketat di LIV Golf. Sementara itu, Lee Westwood dari Inggris dan Scott Vincent dari Zimbabwe berbagi posisi ketiga dengan total sembilan-under par, tertinggal tujuh pukulan dari sang juara.
Di sisi lain, Jon Rahm, yang merupakan pemain peringkat 13 dunia, justru tampil buruk pada ronde penutup dengan skor 76. Namun, hasil tersebut tidak menghalangi langkahnya untuk mengunci gelar juara musim LIV Golf untuk ketiga kalinya secara beruntun. Dengan keunggulan 219 poin atas Bryson DeChambeau dari AS, Rahm dipastikan tak terkejar menjelang event individu terakhir musim ini di Indianapolis dua pekan mendatang.
Perjalanan Rahm musim ini cukup menarik. Tahun lalu, ia menjadi juara musim tanpa memenangkan satu pun turnamen. Namun, tahun ini ia berhasil meraih dua kemenangan dari 12 penampilan, masing-masing di Hong Kong dan Meksiko, serta mencatatkan empat kali finis sebagai runner-up. "Ini tahun yang hebat," kata Rahm. "Ada sedikit rasa pahit karena saya bermain buruk pekan ini, tetapi ini sesuatu yang bisa dibanggakan. Setelah tahun lalu tanpa kemenangan dan mungkin ada tanda tanya besar, bisa menang dua kali dan kembali menjadi juara jelas terasa menyenangkan."
Bagi penggemar golf di Indonesia, perkembangan LIV Golf ini menarik untuk dicermati. Meski tidak ada pegolf Indonesia yang berlaga di LIV, format kompetisi yang kian kompetitif dan hadiah uang yang besar menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu, kehadiran nama-nama besar seperti Rahm dan Niemann semakin mempopulerkan golf di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki potensi pasar olahraga yang besar. Kejuaraan tim yang akan digelar di Michigan nanti diprediksi akan menjadi ajang unjuk gigi terakhir bagi para pegolf untuk menunjukkan konsistensi mereka sepanjang musim.
Dengan berakhirnya musim reguler, pertanyaan besarnya adalah apakah Niemann mampu mempertahankan performa puncaknya di kejuaraan tim, atau justru Rahm yang akan menutup musim dengan manis setelah memastikan gelar individu. Satu hal yang pasti, persaingan di LIV Golf musim depan akan semakin sengit, terutama dengan adanya investor baru yang dikabarkan akan masuk pada 2027.



