Empat Wakil Afrika Pastikan Tiket Piala Dunia Wanita 2027: Aljazair, Maroko, Kamerun, dan Malawi
Baca dalam 60 detik
- Aljazair, Maroko, Kamerun, dan Malawi memastikan tempat di Piala Dunia Wanita 2027 usai menembus semifinal Wafcon.
- Kejutan terbesar datang dari Malawi yang berperingkat 153 dunia, menaklukkan Ghana 2-1 untuk lolos perdana.
- Ghana, Pantai Gading, Nigeria, dan Afrika Selatan masih berpeluang melalui jalur play-off antar benua.

Aljazair, Maroko, Kamerun, dan Malawi resmi mengunci tiket menuju Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil. Kepastian itu didapat setelah keempat tim menembus semifinal Piala Afrika Wanita (Wafcon) yang berlangsung di Maroko, sekaligus menjadi ajang kualifikasi untuk turnamen akbar musim panas mendatang.
Pencapaian ini menandai debut bersejarah bagi Aljazair dan Malawi di pentas Piala Dunia Wanita. Sementara Maroko kembali lolos untuk kedua kalinya setelah pada edisi 2023 mereka tampil gemilang hingga babak 16 besar sebelum dihentikan Prancis. Adapun Kamerun, yang terakhir tampil di Piala Dunia 2019, kini kembali merasakan atmosfer turnamen global.
Laga-laga perempat final yang berlangsung ketat menghasilkan sejumlah kejutan. Aljazair menaklukkan Pantai Gading 2-1 meski sempat tertinggal lebih dulu. Gol dari Ines Khiri dan Amira Ould Braham memastikan kemenangan setelah N'Sira Oudraogo dari Pantai Gading diganjar kartu merah saat timnya unggul 1-0. Maroko, sebagai tuan rumah, menundukkan Afrika Selatan 2-1 lewat gol Sakina Ouzraoui Diki dan Hanane Ait El Haj. Sementara Kamerun menang tipis 1-0 atas Nigeria berkat tendangan bebas spektakuler dari jarak 30 yard yang dieksekusi pemain muda berusia 19 tahun, Myriam Nyadjou.
Kejutan terbesar datang dari Malawi, tim berperingkat 153 dunia, yang berhasil membalikkan keadaan melawan Ghana. Tertinggal lebih dulu, Malawi bangkit dan menang 2-1 melalui gol Temwa Chawinga dan Rose Kadzere. Hasil ini menjadi tonggak sejarah bagi sepak bola wanita Malawi, yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan di kancah kontinental.
Semifinal Wafcon akan digelar Rabu mendatang, mempertemukan Maroko dengan Kamerun dan Aljazair melawan Malawi. Namun, empat tim yang kalah di perempat final—Ghana, Pantai Gading, Nigeria, dan Afrika Selatan—masih memiliki peluang untuk lolos. Mereka akan bertanding pada Kamis dalam laga penentuan, di mana pemenangnya akan melaju ke play-off antar benua yang diikuti 10 negara pada November-Desember. Dari babak play-off tersebut, hanya tiga tim yang akan mendapatkan tiket ke Brasil.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menjadi cermin bagaimana kompetisi regional dapat menjadi batu loncatan menuju panggung dunia. Federasi Sepak Bola Wanita Indonesia (PSSI) dapat mengambil pelajaran dari kesuksesan negara-negara Afrika yang memanfaatkan turnamen kontinental sebagai ajang pembuktian. Dengan meningkatnya perhatian pada sepak bola wanita di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mulai serius mengembangkan tim nasional putri, keberhasilan Malawi—yang peringkatnya jauh di bawah Indonesia—menjadi inspirasi bahwa peringkat bukanlah segalanya.
Piala Dunia Wanita 2027 akan berlangsung di Brasil mulai 24 Juni hingga 25 Juli, diikuti 32 negara. Dari Eropa, Inggris, Republik Irlandia, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara masih berjuang melalui play-off yang digelar Oktober-Desember. Masing-masing tim harus memenangkan dua laga kandang-tandang untuk memastikan tempat. Hingga saat ini, 18 negara telah memastikan diri, termasuk tuan rumah Brasil serta raksasa Eropa seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol.
Dengan semakin dekatnya turnamen, pertanyaan besarnya adalah: akankah Afrika mampu memecah dominasi Eropa dan Amerika Selatan? Atau justru kejutan-kejutan seperti Malawi akan terus bermunculan, membuktikan bahwa sepak bola wanita global semakin kompetitif? Jawabannya akan terjawab di Brasil tahun depan.



