Duka Keluarga Messi: Sang Ayah, Jorge Messi, Tutup Usia di Tengah Perjuangan Melawan Kanker
Baca dalam 60 detik
- Jorge Messi, sosok kunci di balik karier gemilang Lionel Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah berjuang melawan kanker.
- Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola, dengan rekan setim dan penggemar memberikan penghormatan terakhir di Argentina.
- Warisan Jorge Messi tidak hanya sebagai ayah, tetapi juga sebagai arsitek awal perjalanan Lionel dari Rosario hingga panggung dunia.

Buenos Aires, 9 Agustus 2025 โ Dunia sepak bola kembali berduka. Jorge Messi, ayah sekaligus manajer legenda Argentina Lionel Messi, mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat malam di sebuah klinik di Rosario setelah berjuang melawan penyakit kanker. Kabar duka ini langsung mengguncang jagat olahraga, terutama bagi mereka yang mengenal sosok di balik layar yang telah membentuk karier megabintang berusia 39 tahun itu.
Lionel Messi, yang baru saja kembali dari Miami bersama istri dan anak-anaknya, langsung terbang ke Argentina untuk memberikan penghormatan terakhir. Upacara pemakaman digelar secara privat di pemakaman El Prado, Perez, dekat Rosario, dihadiri keluarga dekat dan sejumlah rekan setim. Meski tertutup untuk umum, para penggemar tetap berdatangan, meninggalkan pesan duka dan karangan bunga di gerbang pemakaman. Seorang penggemar muda, Lucas Blanco (15), bahkan menempuh perjalanan jauh untuk menyampaikan dukungannya. "Dia telah memberi begitu banyak kebahagiaan untuk negara ini, sekarang giliran kami untuk memberikan sedikit dukungan dan kenyamanan," ujarnya.
Kepergian Jorge Messi tidak hanya menjadi kehilangan pribadi bagi Lionel, tetapi juga bagi dunia sepak bola. Jorge adalah sosok yang memperkenalkan Lionel pada sepak bola di usia empat tahun di lapangan kosong Rosario. Pada tahun 2000, ketika Lionel berusia 13 tahun dan didiagnosis kekurangan hormon pertumbuhan, Jorge mengambil keputusan besar: meninggalkan pekerjaannya sebagai pekerja logam, istri, dan tiga anaknya yang lain untuk menemani Lionel ke Barcelona. Keputusan itu menjadi titik balik yang mengantarkan Lionel menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Peran Jorge tidak berhenti sebagai ayah. Ia kemudian menjadi agen Lionel, menegosiasikan kontrak-kontrak penting dari Barcelona hingga Paris Saint-Germain dan Inter Miami. Dedikasi dan pengorbanannya menjadi fondasi kesuksesan Lionel. Dalam sebuah wawancara, Lionel pernah mengungkapkan betapa beratnya masa-masa awal di Barcelona. "Saya biasa mengunci diri di kamar untuk menangis sendirian, dan ayah saya juga melakukan hal yang samaโtanpa saya melihatnya atau mengira saya tidak melihatnya. Kami berpura-pura baik-baik saja, tapi sebenarnya kami berjuang," kenang Lionel.
Kabar duka ini juga menyoroti betapa besarnya pengaruh Jorge dalam perjalanan karier Lionel. Kehadirannya yang selalu setia di sisi Lionel, baik di dalam maupun luar lapangan, menjadi kekuatan emosional yang tak tergantikan. Bahkan, saat Piala Dunia 2025 berlangsung, ketidakhadiran Jorge di tribun penonton sempat menimbulkan spekulasi. Lionel sendiri sempat menangis setelah mencetak gol melawan Aljazair, dan mengakui sedang menghadapi "situasi di luar olahraga". Setelah kekalahan di final melawan Spanyol, Lionel langsung kembali ke Rosario untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai klub dan federasi sepak bola dunia, termasuk klub-klub tempat Messi pernah bermain dan Federasi Sepak Bola Spanyol. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) bahkan memerintahkan mengheningkan cipta sebelum pertandingan dan penggunaan ban lengan hitam di semua kategori usia selama sepekan. Hal ini menunjukkan betapa dihormatinya Jorge Messi di dunia sepak bola Argentina.
Bagi Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi dampaknya terasa di hati para penggemar sepak bola Tanah Air yang mengidolakan Lionel Messi. Banyak yang mengenang perjuangan Jorge sebagai orang tua tunggal yang rela berkorban demi masa depan anaknyaโsebuah nilai universal yang dekat dengan budaya Indonesia. Kisah ini juga mengingatkan bahwa di balik setiap atlet hebat, ada sosok-sosok yang tak terlihat namun berperan besar.
Kepergian Jorge Messi meninggalkan luka mendalam, tetapi juga warisan yang tak ternilai. Lionel Messi kini harus melanjutkan perjalanan tanpa sosok yang selama ini menjadi penopangnya. Pertanyaan besarnya: akankah kehilangan ini memengaruhi performa Messi di lapangan, atau justru menjadi sumber motivasi baru? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti, nama Jorge Messi akan selalu dikenang sebagai arsitek di balik salah satu karier paling cemerlang dalam sejarah sepak bola.



