Chris Evert Kembali Berjuang Melawan Kanker Ovarium untuk Ketiga Kalinya
Baca dalam 60 detik
- Legenda tenis Chris Evert mengumumkan kanker ovariumnya kambuh untuk ketiga kalinya dan telah menjalani operasi.
- Evert, 71 tahun, akan menjalani kemoterapi dalam beberapa pekan mendatang dan mundur dari tugas profesional termasuk Wimbledon.
- Petenis dengan 18 gelar Grand Slam ini tetap optimistis meskipun penyakitnya disebut 'tak kenal lelah'.

Chris Evert, mantan juara Wimbledon yang namanya melegenda di dunia tenis, kembali harus berhadapan dengan kanker ovarium untuk ketiga kalinya. Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram, Senin (10/6), perempuan 71 tahun asal Amerika Serikat itu mengonfirmasi bahwa penyakitnya kambuh setelah serangkaian pemindaian CT dan PET yang dijalani akhir pekan lalu.
Evert pertama kali didiagnosis mengidap kanker ovarium pada Desember 2021. Kala itu, ia menjalani pengobatan dan dinyatakan pulih. Namun, kanker itu kembali muncul untuk kedua kalinya pada tahun berikutnya. Kini, untuk ketiga kalinya, Evert harus kembali menjalani perawatan intensif. Ia telah menjalani operasi sebagai langkah awal dan akan memulai kemoterapi dalam beberapa pekan ke depan.
"Saya selalu percaya pada keterbukaan dan kejujuran tentang perjalanan kesehatan saya," tulis Evert di akun Instagramnya. "Kanker ovarium memang tak kenal lelah, tapi saya akan tetap optimistis dan bertekad untuk terus berjuang melawan pertempuran ini."
Konsekuensi langsung dari kondisi ini adalah Evert harus melewatkan Wimbledon tahun ini—turnamen yang pernah ia menangi tiga kali. Ia juga akan mundur dari semua komitmen profesional selama beberapa bulan ke depan untuk fokus pada pemulihan. Selama ini, Evert dikenal sebagai komentator tetap di BBC dan sejumlah stasiun televisi lain sejak pensiun pada 1989.
Kabar ini tentu mengejutkan dunia tenis, terutama karena Evert selama ini dianggap sebagai salah satu figur paling tangguh di lapangan maupun di luar lapangan. Dalam pernyataannya, ia mengucapkan terima kasih kepada tim medis, keluarga, teman, dan semua pihak yang telah memberi dukungan. "Saya sangat berterima kasih atas kebaikan dan dorongan semangat yang saya terima. Saya berharap bisa bertemu semua orang lagi segera," ujarnya.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, Evert bukanlah nama asing. Meski pensiun lebih dari tiga dekade lalu, namanya tetap harum berkat prestasi dan kontribusinya sebagai analis di berbagai turnamen besar. Kehadirannya di layar kaca selama perhelatan Grand Slam selalu dinanti. Ketidakhadirannya di Wimbledon tahun ini menjadi kehilangan tersendiri bagi penonton setia.
Pertanyaan besar kini mengemuka: mampukah Evert melewati ujian ini untuk ketiga kalinya? Dengan semangat yang tak pernah padam, legenda tenis ini memberi harapan bahwa perjuangan belum usai. Namun, dunia hanya bisa menanti kabar baik dari petenis yang pernah mendominasi era 1970-an itu.



