Nico Paz Kembali ke Real Madrid, Inter Incar Harga €60 Juta
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid mengaktifkan klausul pembelian kembali Nico Paz dari Como dengan biaya €10 juta, mengakhiri harapan klub promosi Serie A itu mempertahankannya.
- Inter Milan berharap Madrid mematok harga jual €60 juta, angka yang siap dibayar Beppe Marotta, namun ancaman klub Premier League bisa menggagalkan rencana.
- Hubungan baik antara Marotta dan Perez, yang terjalin lewat transfer Dumfries, menjadi modal Inter untuk mendapat prioritas dalam negosiasi.

Real Madrid resmi mengaktifkan klausul pembelian kembali gelandang serang Argentina, Nico Paz, dari Como dengan nilai €10 juta. Langkah ini mengakhiri peluang klub promosi Serie A itu untuk mempertahankan pemain 20 tahun tersebut jelang debut mereka di Liga Champions musim depan, sekaligus membuka babak baru dalam saga transfer paling menarik musim panas ini.
Menurut laporan dari Spanyol yang dikutip TuttoMercatoWeb, Madrid telah menyelesaikan proses pembayaran dan Paz akan kembali ke Santiago Bernabéu. Como sendiri masih memiliki hak prioritas untuk merekrut kembali pemain yang sempat mereka pinjam itu, tetapi klub asal Danau Como itu disebut tidak siap memenuhi banderol yang diperkirakan mencapai €60 juta.
Angka tersebut justru menjadi target Inter Milan. Direktur olahraga Inter, Beppe Marotta, dikabarkan siap bergerak cepat jika Madrid benar-benar mematok harga €60 juta. Namun, risiko yang dihadapi Inter adalah kemungkinan masuknya klub-klub Premier League yang bisa mendongkrak harga jauh di atas ekspektasi, seperti yang pernah terjadi dalam saga transfer pemain lain.
Inter memiliki satu kartu trump dalam perburuan ini: hubungan personal antara Marotta dan presiden Real Madrid, Florentino Perez. Kedua petinggi klub itu bertemu dalam sebuah pertandingan legenda antar klub beberapa waktu lalu. Lebih penting lagi, transfer Denzel Dumfries ke Madrid beberapa waktu lalu diselesaikan dengan lancar dan lebih cepat dari jadwal, tanpa menunggu aktivasi klausul rilis secara formal. Sikap kooperatif Inter itu meninggalkan kesan positif di kubu Madrid.
Inter sengaja tidak mempersulit negosiasi Dumfries, dan kini mereka berharap semangat kerja sama itu bisa berbuah perlakuan istimewa dalam diskusi soal Nico Paz. Namun, seberapa besar pengaruh goodwill tersebut untuk menghalau klub-klub Premier League yang kantongnya lebih tebal masih menjadi tanda tanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga ini menarik karena menunjukkan dinamika transfer pemain muda berbakat yang kerap melibatkan klub-klub besar Eropa. Nico Paz, yang sempat dipinjamkan ke Como untuk menit bermain, kini kembali ke Madrid dengan nilai jual yang melonjak. Jika Inter berhasil mendapatkannya, ini bisa menjadi sinyal bahwa hubungan baik antarklub masih menjadi faktor penting di era sepak bola modern yang serba uang.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: akankah Madrid benar-benar menjual Paz dengan harga €60 juta, atau justru mempertahankannya untuk memperkuat skuad? Dan jika dijual, apakah Inter mampu bersaing dengan godaan finansial dari Premier League? Jawabannya akan menentukan arah karier salah satu talenta muda Argentina paling menjanjikan saat ini.



